Di laga kedua itu, tim Kabupaten Probolinggo memang kalah segalanya. Bahkan tiga gol tim Kabupaten Pasuruan, tercipta di babak pertama. Adalah Achmad Ubaidillah yang berhasil mencetak hat-trick. Masing-masing di menit ke 4, 31 dan 38. Satu gol lagi tercipta di babak kedua yang dilesakkan di menit ke 90 babak kedua oleh Rizki Wahyu Widodo.
Atipno mengakui, timnya tak berdaya menghadapi gempuran lawan. Tim Kabupaten Pasuruan yang dilatih Subangkit, benar-benar menunjukkan kedigdayaannya. Bukan hanya dari strategi. Bahkan dari penguasaan bola, timnya kalah telak.
“Kekalahan karena faktor stamina pemain. Stamina yang tidak kembali pascapertandingan sebelumnya. Jaraknya mepet sehingga para pemain tak bisa maksimal saat berlaga,” beber Atipno.
Atas kekalahan tersebut, tim Kabupaten Probolinggo dipastikan gagal melenggang ke Porprov Jatim 2022. Sebab di Grup A, tim Kabupaten Pasuruan serta tuan rumah Banyuwangi, sudah sama-sama mengoleksi enam poin. Angka yang tak bisa dikejar lagi. Meski begitu, Atipno menyebut, timnya ingin mendulang poin di laga terakhir melawan Kabupaten Situbondo.
Di sisi lain, Subangkit selaku pelatih tim Kabupaten Pasuruan, mengaku belum puas. Meskipun menang telak, tetapi anak didiknya masih banyak yang harus dievaluasi. "Saya melihat anak-anak banyak bikin kesalahan. Sebenarnya kesalahan dasar. Utamanya passing," katanya.
Menurutnya evaluasi bukan untuk satu dua pemain. Tetapi seluruh lini. Karena mereka juga masih lemah dalam hal pemahaman taktik yang ia terapkan. Apalagi, tim Kabupaten Probolinggo yang dilawannya itu tergolong biasa.
"Masih kuat Situbondo kemarin. Karena itu saya belum puas dengan permainan anak-anak," jelasnya. (mu/sid/fun)