Sejak babak pertama, Kota Pasuruan lebih mendominasi serangan. Gol pertama tercipta pada menit 30. Sebuah umpan yang dilepaskan oleh Andika Ramadani dari sisi kiri gawang disambar oleh Edy Wardan. Hingga turun minum, Kota Pasuruan masih memimpin pertandingan.
Namun tensi pertandingan meninggi memasuki babak kedua. Masuknya Ubet Alawi menggantikan Ega Apriliano membawa angin segar bagi Kota Probolinggo. Terbukti baru dua menit masuk lapangan, striker bernomor punggung 87 tersebut berhasil kedudukan menjadi 1-1.
Jual beli serangan semakin sengit. Wasit Gunawan bahkan beberapa kali mengganjar pemain dengan kartu kuning. Sedikit ketegangan sempat terjadi ketika pemain belakang Kota Pasuruan, Ramadaniel mendapat kartu kuning kedua. Pemain yang aktif mensuplai bola ke lini depan itu terpaksa meninggalkan lapangan.
Meski hanya dengan 10 pemain, Kota Pasuruan bisa memenangkan laga. Menjelang akhir pertandingan, Saiful Ulum yang baru masuk lapangan menjadi penyelamat. Gol terjadi pada menit ke-88. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Head coach Tim Kota Probolinggo Sugeng Wahyudi tetap mengapresiasi anak didiknya meski harus kalah dengan tuan rumah. Menurutnya, tensi pertandingan dalam laga kedua memang cukup tinggi. “Tapi itulah sepak bola, kadang penuh drama. Tapi kami harus apresiasi semua pemain, mereka luar biasa sudah berusaha maksimal. Hanya kurang beruntung saja,” katanya.
Di samping itu, Sugeng menyebut kondisi pemainnya sedikit menurun dibanding laga pembuka saat menghadapi Kabupaten Pamekasan. Sugeng mengatakan, para pemainnya memang belum sanggup bertanding dengan jeda laga yang sangat singkat. mereka tidak punya waktu yang cukup untuk recovery.
“Jadi kami akui hari ini ada penurunan drastis. Sangat berbeda dengan laga perdana. Bagaimana pun hasilnya kami bangga dengan tim kami yang sudah luar biasa bekerja keras,” ujar Sugeng.
Di sisi lain, Pelatih Kota Pasuruan Sujito menyebut laga kedua bagi timnya merupakan partai paling menegangkan. Karena dengan kemenangan yang didapat ini, timnya otomatis bisa lolos dari fase Pra Porprov Grup B. Yang membanggakan bagi Sujito karena para materi pemainnya yang notabene masih kelahiran 2004.
“Jadi memang masih sangat muda, bahkan dua tahun lagi mereka punya potensi ikut Porprov dari segfi usia. Yang namanya pemain muda ikut turnamen sekeras ini tentu membanggakan. Dalam artian keras karena membawa nama daerah,” ujar Sujito.
Meski begitu, Sujito mengaku belum puas dengan performa timnya. Meski berhasil memenangkan laga. Bukan berarti catatan tim pelatih bersih. Sujito menyebut masih ada yang perlu dibenahi agar timnya bisa mengarungi sisa laga dengan hasil maksimal.
“Ada beberapa kekeliruan yang harus dibenahi. Kami nggak ingin menyalahkan pemain ketika turnamen sudah bergulir. Karena memang dari segi persiapan juga sangat singkat,” ungkap dia. (tom/fun)