Pelatih tim Kota Pasuruan Sujito mengakui performa anak didiknya belum benar-benar maksimal saat menaklukkan Kabupaten Bondowoso 2-1 pada Selasa (10/5). Sebab, para pemainnya masih terkesan buru-buru dalam mencetak gol. Semangat itu memang penting. Namun, tergesa-gesa justru merugikan tim.
”Saya lebih senang ketika anak-anak mampu mengontrol dengan bermain sabar saja,” katanya.
Sujito menekankan pentingnya kemenangan dalam setiap pertandingan. Tetapi, sikap buru-buru dalam bertanding dinilainya tidak membawa dampak positif. Dia melihat kesan itu saat timnya melawan Bondowoso.
”Anak-anak masih sering buru-buru ingin cepat cetak gol. Saya paham itu. Tapi, mestinya bisa lebih sabar. Tenang,” tuturnya.
Karena itu, dalam jeda pertandingan kemarin, Sujito hanya menekankan dua hal itu agar diterapkan para pemain. Tidak begitu banyak berbicara teknik ketika sudah kompetisi bergulir seperti saat ini. Para pemain hanya diminta lebih sabar dan tenang. Mereka bakal mengarungi laga kedua melawan Kota Probolinggo sore ini (12/5). Taktik yang dirancang diharapkan bisa berjalan.
”Kuncinya dua itu: sabar dan tenang. Nggak bisa cetak gol di menit pertama, misalnya, sabar saja. Main yang tenang. Kejar di menit kedua. Dan, seterusnya begitu,” ujarnya.
Sujito tidak ingin timnya mengulang kecerobohan saat laga perdana lalu. Apalagi, dalam laga kedua, ada kemungkinan Tegar Ilhamsyah absen. Salah satu bintang Persekap musim lalu itu mengalami cedera. Sujito mengaku sudah menyiapkan Razan untuk menggantikan posisi Tegar bila benar-benar tak bisa ikut berlaga.
”Tapi, kepastiannya besok (pagi ini, Red). Apakah Tegar ikut main atau tidak. Kami hanya mengantisipasi bila dia memang tidak bisa,” katanya. (tom/far) Editor : Ronald Fernando