Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perang Bintang di Final Liga Ramadan, Nugroho-Jaenal Antar PSP Legend Juara

Muhammad Fahmi • Senin, 2 Mei 2022 | 08:17 WIB
ULET: Jaenal Icwan dari PSP Legend berduel dengan Wahyu, gelandang Bukir United. (Rozi Al Jufri/ Radar Bromo)
ULET: Jaenal Icwan dari PSP Legend berduel dengan Wahyu, gelandang Bukir United. (Rozi Al Jufri/ Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Liga Ramadan Kartar Mbah Ghozali 2022 mencapai puncak di ufuk bulan Syawal 1443 H. PSP Legend meraih posisi terbaik dalam turnamen tersebut. Juara.

Laga final turnamen di Petahunan Stadium itu berlangsung dengan saksi ratusan pasang mata penonton Minggu sore (1/5). Dua sosok istimewa juga hadir. Mengangkat atmosfer turnamen. Yaitu, Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama legislator DPRD yang juga Ketua DPD Golkar Kota Pasuruan M. Toyib.

Dua tim terhebat tampil. PSP Legend ditantang Bukir United. Kematangan para legenda dilawan oleh power dan skill anak-anak muda. PSP Legend mendatangkan benteng baru di center back. Dia adalah Nugroho Mardiyanto. Mantan libero Persebaya itu berduet dengan stopper kuat, Joko Supriyanto. Dia pemain Liga 3 andalan PSPK Pasuruan.

Duo defenders itu punya tugas khusus. Mengapa? Sebab, Bukir United mendatangkan Rico Hardiyansah, striker utama Persekabpas yang berbahaya. Pemain dengan talenta istimewa. Dribbling andal. Tendangan maut. Rico juga tipe petarung yang bernyali tinggi. Tukang gedor nan menakutkan.

Lebih-lebih dia ditopang oleh tiga pilar penuh energi di Bukir United. Pemain Persekap Kota Pasuruan. Wahyu, Togok, dan Yoko. Benar saja. Baru berjalan sekitar 4 menit, pertahanan PSP Legend nyaris jebol. Dari sayap kiri, Togok lepas dari kawalan Jaenal Ichwan. Menusuk tajam. Untung tendangannya masih melambung.

Gebrakan Bukir United terus meledak di babak pertama. Dua peluang emas juga tercipta dari kaki Rico. Satu tembakan melesat, namun melebar tipis di sisi gawang. PSP Legend keteteran. Penonton tuan rumah berdebar-debar. Terdiam.

Sebaliknya, suporter Bukir United berjingrak-jingkrak. Menanti kelahiran gol pertama. ”Ayoooo. Ayooo,” teriak mereka dari bench sisi timur. Dari luar pagar lapangan, terdengar teriakan. ”Sereet, sereet, sereet.” Mereka melihat pemain Bukir United unggul dalam kecepatan.

Mereka pun harus dihentikan. Terjadi pelanggaran dan tendangan bebas di luar kotak penalti. Shooting Rico nyaris berbuah gol seandainya kiper PSP Legend bukan sosok yang sarat pengalaman. Dia Sukasto Efendi. Mantan penjaga gawang Gresik United, Persema Malang, Perseba Badung, serta Kalteng Putra di Liga 2. Bola dia tip saja. Lewat di atas mistar.

PSP Legend membalas dengan serangan balik. Pemain Bukir United yang asyik menyerang kaget. Mereka mengambil sekali Reza. Pemain sayap PSP itu terjungkal di kotak 12. Penalti. Sayang, eksekusi oleh kapten PSP Legend Yulianto membentur gawang kiper Assa. Melebar ke kanan. Gagal.



Wasit Efendi kemudian menyudahi babak pertama. Skor 0-0. Pertandingan masuk ke babak kedua dengan tensi tetap tinggi. Gelandang serang PSP bangkit. Mantan pemain Persekap Bayu Handika dan Kalon Moriera bertarung lebih berani. Ada pula Yulianto, mantan Persewangi. Mereka meladeni trio Wahyu, Yoko, dan Togok. Ngotot. Duel. Body charge terjadi berkali-kali.

Jaenal Ichwan yang semula banyak membantu pertahanan kini menunjukkan kelasnya sebagai penyerang berbahaya. Pengalaman mantan pemain Petrokimia, Persela, Persema, bahkan Timnas PSSI terbukti.

Photo
Photo
TOP GOAL: Agies melepaskan tembakan yang berbuah gol ke gawang Bukir United di Petahunan Stadium Minggu sore (1/5). (Dokumen Agies)

Tendangan geledek meluncur berkali-kali. Jedaaarrr. Defender Bukir United pun kewalahan. Salah antisipasi. Satu tembakan efek superkeras membentur kaki bek Bukir United. Lalu, lolos ke gawang sendiri. Gol. Skor 1-0.

Ledakan demi ledakan terus terjadi. Lagi-lagi Jaenal Ichwan aktornya. Dia mengirim umpan matang. Gurih dan hangat. Dikontrol cantik oleh Agies Armediyansah. Striker utama Persekap Kota Pasuruan itu lantas melepas sepakan cantik. Mengecoh kiper Assa. Gol lagi. Skor 2-0. PSP Legend unggul.

Bukir United terus melawan. Namun, trio defender PSP Legend, Nugroho, Joko, dan Indra terlalu kuat. Juga cerdik. Rico, Togok, Ansori selalu dilanggar sebelum masuk kotak penalti. Pelanggaran memang. Terjadi free kick. Berkali-kali.

Namun, bagi kiper sekelas Sukasto Efendi, tendangan bebas berapa pun seakan enteng saja. Semua ditepis keluar. Tanpa ambil risiko. Dan, selalu berhasil. Laga final pun berakhir 2-0. PSP Legend tak terbendung. Juara.

Dengan iringan sholawat menjelang Maghrib, trofi juara diserahkan oleh Wawali Adi Wibowo kepada kapten PSP Legend Yulianto Eko Wahyudi. Piala runner up untuk Bukir United diterima manajer Sukoco dari Lurah Petahunan M. Agus S. Gelar bergengsi top scorer digenggam Agies Armediansyah dengan piala dari M. Toyib. Dia cetak dua gol dan tim berhasil juara.

Ada lagi yang tak kalah meriah dalam Liga Ramadan Kartar Mbah Ghozali 2022 ini. Apa itu? Buka puasa bersama (bukber) di dalam lapangan. Bukir United membawa nasi kotakan untuk menu bukber pemain dan ofisialnya. Meriah.

PSP Legend punya gaya berbeda. Emak-emak WAGs (wife and girlfriends) mereka mbeber daun pisang. Panjang. Bukber asyik di atas rumput. Menunya, lodeh tahu tempe, ikan asin, bandeng goreng, dan urap-urap.  ”Ajiiiiiiibbbb iki, Pak Rozi,” ucap Murtadlo, salah seorang pemain PSP Legend, kepada fotografer PSP Legend. (far) Editor : Muhammad Fahmi
#liga ramadan