Oleh keluarga, Arjuna diikutkan renang sebagai terapi. Agar asmanya bisa sembuh. Eh, siapa mengira. Tak sekadar sembuh dari asma, Arjuna kini jadi atlet renang.
Atlet berusia 9 tahun ini baru-baru ini bahkan mengukir prestasi di tingkat nasional. Ia memborong 5 medali emas dan 4 medali perak dalam ajang kejuaraan renang antarsekolah dan perguruan tinggi tingkat nasional Dispora Cup Sleman.
Emas itu didapat dari nomor I – 200 meter gaya ganti perorangan putra LCM-Group 5; juara 1 – 100 meter gaya kupu-kupu putra LCM-Group 5; juara 1 - 50meter Gaya Kupu-kupu putra; Juara 1 – 100 meter gaya dada putra; juara 2 - 100 meter gaya bebas Putra.
”Alhamdulillah bisa juara. Sebab, kejuaraan kemarin itu tingkat nasional. Total seluruhnya ada 1.128 peserta dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah, dari sekian banyak peserta, anak saya jadi perenang terbaik putra KU 5 se-Indonesia. Juara itu jadi hadiah buat Arjuna sendiri yang ulang tahun 15 Februari,” kata Bripka Sony Wira Negara, ayah Arjuna yang juga anggota Polres Probolinggo yang berdinas di Polsek Pajarakan.
Arjuna merupakan anak dari Bripka Sony dan Nurul Mukhlisah Rahmawati. Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke rumahnya, Arjuna tampak main bersama adiknya, Rifqi Wira Negara.
Sudut ruang tamu rumah Arjuna yang berukuran 3 x 2,5 meter itu, dipenuhi trofi yang dipajang rapi. Sejumlah trofi itu didapat Arjuna dari kolam renang.
Arjuna sendiri saat kecil awalnya takut renang. Perkenalannya dengan kolam renang bermula dari asma yang dideritanya. Oleh orang tua, ia diikutkan renang sebagai terapi untuk kesembuhannya. “Belajar renang itu mulai TK. Awalnya takut, tapi sekarang tidak lagi,” aku atlet kelahiran Pobolinggo 15 Februari 2013 itu.
Sony, sang ayah menceritakan, dirinya tidak pernah menyangka anaknya bakal menjai atlet renang hingga bisa jadi juara tingkat nasional. Ia bercerita, semasa Arjuna berusia 4,5 tahun, anaknya itu diketahui memiliki riwayat sakit asma.
Awalnya, dikira sakit biasa. Namun, saat diobati dan sampai diuap, tak kunjung sembuh. Napas Arjuna masih sering terganggu. Hingga akhirnya, dokter menyuruh untuk cek lab, untuk memastikan penyakit Arjuna. ”Hasil lab, ternyata anak saya alami penyakit asma,” ujarnya.
Saat konsultasi ke dokter, diakui Sony, Arjuna disarankan untuk jalani terapi renang. Sejak saat itulah, Arjuna didaftarkan renang. Ia dilatih Suharto asal Triwung Lor, Kademangan.
Ternyata, malam hari setelah terapi renang pertama, Arjuna alami sakit panas hingga 40 derajat. Kemudian, keesokan paginya, batuk-batuk hingga muntah lendir. Sony pun membawa Arjuna berobat. Dua hari berselang, Arjuna sembuh.
”Setelah sembuh dari sakit panas, Arjuna tetap saya bawa terapi renang lagi. Meski setelah terapi hari pertama langsung sakit panas, saya tetap lanjutkan terapi renang. Meski hujan, saya antar naik motor pakai jas hujan. Demi anak saya sembuh,” kenangnya.
Sekitar 3-4 bulan jalani terapi renang, diungkapkan Sony, sakit asma Arjuna tak pernah kambuh lagi. Meski sudah sembuh, Arjuna tetap saya ikutkan latihan renang.
Pada Mei 2018 lalu, Arjuna diajak oleh pelatih Suharto ikuti event Walikota Cup Surabaya antar perkumpulan atau klub se-Jatim. ”Alhamdulillah, awal event kejuaraan itu dapat perunggu. Padahal, lawan-lawannya usia 2 tahun di atas anak saya,” cerita Sony.
Dari situ, diakui Sony, dirinya terus mendorong anaknya di bidang olahraga, terutama renang. Bahkan, saat masuk SDN Kanigaran 1 Kota Probolinggo pun, Arjuna tetap lanjutkan latihan renang dan sering ikuti event kejuaraan tingkat provinsi dan nasional. Kini, Arjuna duduk di kelas 3 SDN Kanigaran 1.
Event kejuaraan terakhir yang diikuti, Kejuaraan Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia Sleman Jogjakarta. ”Alhamdulillah, jadi perenang terbaik putra se-Indonesia, untuk KU-5,” kenangnya.
Terpisah, Suharto, pelatih renang Arjuna mengatakan, dirinya sudah menerima terapi sakit asma itu untuk 9 anak, termasuk Arjuna. Awal terapi yang harus dilakukan kuatkan jatung dengan penengenalan air. Arjuna disuruh keluar masuk air di kolam.
Kemudian, terapi mengambang, meluncur, dan teknik gerakan renang. ”Arjuna saat awal terapi, ketakutan sampai baju saya sobek ditarik Arjuna. Karena, sakit asma itu jadi panik takut,” ujarnya.
Suharto mengaku, awal melatih Arjuna, sudah memprediksi Arjuna bakal menjadi atlet berprestasi. Ternyata, benar ketahanan tubuhnya luar biasa. Sampai borong 9 medali dalam satu kejuaraan tingkat nasional. ”Latihan yang dijalani Senin sampai Sabtu, sore hari. Tapi, saat hendak ikuti kejuaraan, 2 minggu sebelumnya sudah ditambah jam latihannya jadi pagi dan sore,” terangnya. (mas/mie) Editor : Jawanto Arifin