Remaja 21 tahun itu terus menjaga fisiknya. Tiap sore, warga Jalan Kapuas, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, itu berlatih sendiri. Meski kadang hanya sekadar jogging.
Anak pertama dari pasangan Edy Hermanto, 41 dan Sulastri Ningsih, 40, ini bercerita, ia terjun di dunia altetik dan ikut PASI (induk cabor atletik) semenjak 5 tahun lalu. Bahkan, perempuan yang akrab disapa Mila berhasil menjadi juara pada sejumlah event perlombaan cabang atletik.
Atas segudang prestasi yang diraihnya itu, ia dilirik oleh provinsi serta pernah menjalani Puslatda di Surabaya. “Dari kecil saya memang suka berolahraga, terutama lari. Namun, fokus masuk PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) mulai kelas 2 SMP. Saat itu saya SMP di MTS Negeri Kota Probolinggo,” kata Mila.
Cabang olahraga atletik sendiri dipilih lantaran kegemarannya dalam berlari. Disiplin atletik yang diikutinya yakni sebagai atlet lari 1500 meter dan 3.000 meter steeplechase atau lewat halang rintang. Bahkan, pada tahun 2019, Mila yang terpilih ikut Puslatda dan menjalani pra PON berhasil memecahkan rekor di 3.000 meter steeplechase junior 2019 lalu di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor.
Ia berhasil mengalahkan catatan rekor waktu sebelumnya 11 menit, 31 detik. Semenatra catatan waktu Mila pada Pra PON 11 menit 27 detik. “Waktu itu saya dikasih tahu oleh pelatih saya jika saya memecahkan rekor waktu tercepat,” terangnya.
Namun, catatan itu sendiri tak lantas membuat Mila bisa memperkuat Jatim di PON XX lalu. “Ya sudahlah, apa yang terjadi saya terima saja. Yang jelas, saat saya dicoret dari puslatda saya hanya dikasih sedikit penjelasan. Katanya ada perampingan karena kekuatan anggaran dan juga Covid-19. Ada juga atlet lainnya yang dicoret di puslatda selain saya. Tapi saya tidak tahu dari daerah mana,” tambah Mila.
Meski saat ini masih belum ada event, namun untuk menjaga kebugaran fisiknya, ia terus berlatih. “Setiap sore saya latihan berlari di Stadion Bayuangga bersama dengan atlet PASI lainnya,” tandasnya. (rpd/mie) Editor : Jawanto Arifin