Infrastrukturnya kurang memadai. Bahkan, kalah dengan stadion yang lain. Seperti Stadion Lumajang.
Menurut Mamat Aryo, eks manajer PSPK Pasuruan, Stadion R. Soedrasono atau lebih dikenal sebagai Stadion Pogar, merupakan stadion kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan. Tempat itu pernah menjadi venue masa keemasan Persekabpas Pasuruan.
Sayang, kondisi stadion tersebut tak memiliki banyak perubahan. Dari sisi infrastruktur, banyak tertinggal oleh stadion-stadion lain di Jatim.
"Memang kami melihatnya banyak hal yang perlu dibenahi pada Stadion Pogar. Bahkan, pembenahan tersebut menyeluruh," terangnya.
Mulai dari pembenahan tribun, kamar mandi, sampai lampu penerangan pertandingan. Perlu ada sentuhan. Kamar mandi misalnya. Cenderung kumuh.
Tapi, terkesan dibiarkan. Begitu juga dengan lampu. Seharusnya, sudah terpasang lampu penerangan lapangan. Sehingga bisa digunakan saat malam.
"Sudah seharusnya ada lampu penerangan lapangan. Supaya, bisa dimanfaatkan malam hari dan wibawa atas keberadaan Stadion Pogar ada," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo. Infrastruktur stadion dinilai penting. Agar sarana olahraga yang tersedia di Kabupaten Pasuruan terasa nyata keberadaannya.
"Kami sepakat dengan perlunya peningkatan infrastruktur stadion. Meski juga, peningkatan prestasi tak boleh diabaikan," bebernya.
Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Hasbullah menguraikan, peningkatan infrastruktur sudah banyak direncanakan. Mulai dari pemasangan lampu, pembangunan jalur lintasan atletik, hingga perbaikan-perbaikan sarana penunjang di Stadion Pogar.
Namun, hal itu belum bisa diwujudkan. Salah satunya, imbas pandemi Covid-19. Sehingga anggaran daerah semakin terbatas.
Pembenahan infrastruktur stadion menjadi yang kesekian. "Rencana peningkatan infrastruktur sudah ada sejak tahun sebelumnya. Tapi, karena terdampak refocusing, gagal direalisasikan," tandas dia.
Ia mengakui, pembenahan sarana di Stadion Pogar sangat dibutuhkan. Namun, kembali lagi soal anggaran. Belum ada kemampuan untuk mendandaninya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin