Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Laskar Suropati Gagal Revans, Ditekuk Gresik United 2-1

Fandi Armanto • Selasa, 7 Desember 2021 | 03:32 WIB
GAGAL MENANG: Gelandang Bertahan Persekap Saifullah (kiri), berebut bola dengan pemain Gresik United dalam laga, Senin (6/12) siang. Persekap kalah 2-1 dan gagal melaju ke babak 8 besar. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
GAGAL MENANG: Gelandang Bertahan Persekap Saifullah (kiri), berebut bola dengan pemain Gresik United dalam laga, Senin (6/12) siang. Persekap kalah 2-1 dan gagal melaju ke babak 8 besar. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
PASURUAN, Radar Bromo– Skuad Persekap gagal revans saat kembali bertemu dengan Gresik United. Khoirul Anwar dkk tak mampu merengkuh kemenangan saat bertandang ke Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Senin (6/12). Winger Gresik United Rendy Jaya membenamkan mimpi Persekap untuk lolos ke zona nasional.

Rendy menyumbang dua gol untuk memastikan timnya terus melaju hingga babak 8 besar. Itu artinya, langkah Persekap harus terhenti di babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Gresik United.

Hasil pertandingan tersebut, memang lebih baik ketimbang laga uji coba yang mempertemukan kedua tim itu sebelum bergulirnya Liga 3. Dimana Persekap yang saat itu masih diisi para pemain seleksi harus pulang dengan kebobolan 4 gol.

Meski kalah tipis, tetap saja misi Persekap untuk naik kasta harus kandas. Karena persaingan di babak 16 besar kali ini masih memberlakukan sistem gugur. Dalam laga kemarin, Persekap sebenarnya mampu tampil ofensif di menit-menit awal babak pertama. Lima menit pertama mampu dikuasai arek-arek Persekap.

Serangan yang dilancarkan Laskar Suropati beberapa kali mengancam gawang yang dijaga Fajar. Diantara sejumlah tembakan yang dilepaskan, tercatat hanya sekali tembakan mengarah ke gawang yang dilepaskan strikter Persekap Agies Armediansyah.

Tim tuan rumah langsung melakukan transisi menyerang dari permainan bertahan. Serangan balik yang dilancarkan akhirnya menembus lini pertahanan Persekap. Bola yang terus berkemelut di dekat kotak penalti mengakibatkan pelanggaran handsball. Gresik United dihadiahi tendangan bebas.

Sebuah peluang emas bagi Gresik United lantaran tendangan bebas berjarak cukup dekat dengan gawang Persekap. Rendy Jaya yang dipercaya mengeksekusi mampu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Dengan sekali sentuhan kaki kiri, Rendy merobek gawang Persekap yang kali ini dijaga Fatkhur Rabbani. Gol pembuka bagi Gresik United terjadi di menit ke 8.

Belum puas hanya dengan satu gol, Gresik United kembali menekan pertahanan Persekap. Tim besutan Subangkit berhasil memotong umpan-umpan lambung yang dilakukan para penggawa Persekap. Aksi striker Gresik United Alvin bahkan cukup memukau ketika harus melewati empat barisan pertahanan Persekap.

Kawalan ketat yang dilakukan lini pertahanan Persekap kembali berbuah tendangan bebas. Sayangnya, peluang memperlebar kedudukan belum didapat oleh Gresik United. Skor 1-0 berakhir hingga turun minum.

Gresik United justru kembali mendapat peluang setelah wasit menunjuk titik putih di menit ke 42. Pelanggaran terjadi setelah permainan kombinasi yang dilakukan Alvin dan Rendy mendapat pressing ketat dari pemain belakang Persekap. Rendy yang kali ini dipercaya sebagai algojo kembali menuntaskan tugasnya dengan baik.

Sepanjang babak kedua, Persekap harus bermain tanpa Tegar Ilhansyah yang selama ini aktif menciptakan peluang. Pemain yang sempat cedera saat melawan AC Majapahit itu harus kembali duduk di bangku cadangan. Posisinya lalu digantikan Rizal Prabowo yang juga lihai dalam membangun serangan.

Tertinggal dua gol membuat Persekap mulai on fire di lapangan. Serangan demi serangan juga kian dipertajam. Sayangnya, Persekap gagal mengejar ketertinggalan. Hanya di menit ke 60, Thalib Abdul Halim berhasil menciptakan gol hiburan melalui sundulan dari umpan Alfian. Sedangkan beberapa peluang setelah itu tak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol.

Sayangnya banyak waktu terbuang di babak kedua. Para pemain Gresik United mulai memainkan drama di tengah lapangan. Beberapa kali pertandingan bahkan harus dihentikan lantaran pemain Gresik United berjatuhan.

“Itu juga yang membuat kami kecewa. Padahal kalau sudah di lapangan kan kita harus optimalkan waktu sebanyak-banyaknya,” kata head coach Persekap Masdra Nurriza.

Apalagi, drama tersebut banyak terjadi setelah tim tuan rumah mampu menambah gol keduanya. Masdra menyebut, kebobolan dua kali sudah menurunkan mental pemainnya. Ditambah lagi dengan drama para pemain tim tuan yang merusak konsentrasi pemain Persekap.

“Dua gol dari tim lawan juga sebuah hadiah. Yang kedua penalty karena dianggap handsball. Padahal pemain kami Fiki justru kena bola hingga hidungnya berdarah, jadi bukan mengenai tangan,” ungkap Masdra. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto
#persekap v gresik united #persekap liga 3 tahun 2021 #persekap babak 16 besar