Pelatih Petanque Kota Pasuruan Budi Utomo mengaku puas dengan hasil pertandingan selama empat hari di Surabaya tersebut. Bahkan, meski tak semua atletnya meraih medali dari 11 nomor yang dipertandingkan. Rata-rata gugur di babak 8 besar.
“Kami cukup bisa memaklumi karena persaingannya merata dari semua daerah di Jatim. Apalagi atlet kami masih muda-muda,” bebernya.
Dari 11 nomor pertandingan, semua atlet asal Kota Pasuruan gugur. Kecuali Anjani dan Reza. Anjani memenangi nomor shooting woman usai mengalahkan atlet asal Lamongan. Sedangkan Reza harus puas dengan medali perunggu usai dikalahkan atlet Kabupaten Pasuruan.
“Kami bersyukur karena hasilnya melebihi target. Anak-anak juga bermain tenang dan bisa menerapkan instruksi pelatih dengan baik,” katanya.
Dia mengatakan, Kejurprov kali ini juga sekaligus menjadi ajang pemantauan bagi atlet yang akan diproyeksikan mengikuti Porprov Jawa Timur 2022. Baik atlet yang belum maupun sudah masuk pemusatan latihan. Budi mengaku akan memberlakukan sistem promosi dan degradasi.
“Jadi, atlet yang sudah masuk puslat bisa saja digantikan jika performanya turun. Dan sebaliknya, jika ada atlet cadangan yang grafiknya bagus, kami berlakukan promosi,” jelasnya. (tom/mie) Editor : Jawanto Arifin