Saat itu, Wasit Lukman Adiputra yang memimpin laga, sudah meniup peluit panjang. Pertanda laga sudah berakhir dengan tambahan waktu 3 menit. Arek-arek Persekap langsung merayakan kemenangan.
Namun, ada salah satu pemain Persekap tiba-tiba berguling-guling menahan kesakitan. Dia adalah Muhammad Mikail Arzaq. Tampaknya, pemain belakang Persekap itu baru saja menerima serangan dari pemain lawan.
Pemandangan itu kemudian memicu Ismail Marzuki Hasan memasuki lapangan dan mendekati kapten AFA Syailendra, Ilham Wibisono. Akhir pertandingan itu mendadak ricuh setelah pemain nomor punggung 10 itu beberapa kali melempar pukulan ke arah Ketua DPRD Kota Pasuruan. Beberapa kali wajah Ismail Marzuki terkena bogem.
Nah, saat itulah pemain kedua tim dan jajaran ofisial Persekap turun ke lapangan. Bahkan, ada aparat yang sempat menendang pemain AFA Syailendra. Begitu juga dengan pemain Persekap. Tendangan dan pukulan mewarnai insiden.
Untungnya, petugas keamanan beraksi dengan cepat. Ilham Wibisono langsung dikeler keluar lapangan dengan penjagaan. Kapten AFA Syailendra bernomor punggung 10 tersebut, dibawa ke locker room yang dijaga ketat aparat keamanan.
Di dalam ruangan itu, Ilham mendapat makian dari sejumlah pendukung Persekap yang kesal. Ilham kemudian beberapa kali menyampaikan isyarat permintaan maaf. Dia merapatkan kedua tangannya di dada.
Para pemain AFA Syailendra lalu meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Termasuk Ilham Wibisono.
Akibat insiden yang terjadi, Ilham kemudian diganjar kartu merah oleh wasit. Dia dipastikan tak bisa berlaga di pertandingan berikutnya.
https://www.youtube.com/watch?v=pcbCCR-LxT4&t=17s
Pelatih Kepala AFA Syailendra Suroso meminta maaf atas insiden itu. Dia mengakui kekalahan timnya. Namun, beberapa pemainnya memang kurang terampil dalam mengontrol emosi.
“Itu (sikap memukul, Red) jiwa muda, kadang rasa tidak ingin kalah itu timbul di tengah tensi pertandingan yang tinggi. Tapi, inilah sepak bola, kita harus sportif,” ungkap Suroso.
Menurutnya, Persekap bermain bagus dan ngeyel untuk memenangkan laga penentu kali ini. “Saya minta maaf kepada masyarakat Kota Pasuruan karena kami sebagai tamu, kami kurang simpatik,” ujar Suroso.
Insiden ricuh kemarin juga menjadi perhatian Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang kemarin memang memantau. Salah satunya adalah Mustofa, panitia disiplin grup L. Pria yang juga wakil ketua Komdis Asprov PSSI itu, langsung mencari bukti rekaman video dan keterangan sejumlah pihak yang ada di Stadion Untung Suropati.
https://radarbromo.jawapos.com/sportainment/15/11/2021/laga-afa-v-persekap-memang-keras-dan-hujan-kartu/
Apakah di laga ini bakal ada yang disanksi? Soal itu, Mustofa menjawab normatif. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan ke Komdis,” kata dia. Yang jelas, apapun insiden yang terjadi dalam laga kemarin, menjadi catatannya.
Lalu bagaimana dengan Ismail Marzuki Hasan yang sempat terkena pukulan? Usai insiden, dia bersama jajaran ofisial sempat ditenangkan aparat dan panpel pertandingan. Dia sempat emosi. Wajahnya juga tampak memerah.
Namun, saat ditanya Jawa Pos Radar Bromo, dia tampak tersenyum. Tapi, enggan untuk merinci insiden kemarin. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin