Pelatih Assyabab Bangil, M. Slamet mengungkapkan, awal babak pertama, timnya sejatinya mampu mengimbangi Deltras Sidoarjo. Beberapa serangan mampu dimentahkan. Bahkan timnya sempat memberikan perlawanan.
Namun di pertengahan babak pertama, timnya kebobolan. Hal itu membuat konsentrasi pemainnya buyar. Timnya pun mudah kebobolan. Hingga paruh pertandingan, skor 3 – 0 tercipta.
Di awa; babak kedua, tim yang bermarkas di Kancil Mas, Bangil itu sempat memperkecil ketertinggalan. Skor 3-1 tercipta. Namun, lagi-lagi, gawang Assyabab Bangil kembali harus kebobolan untuk kedua kalinya. Skor 5-1 pun menutup jalannya laga.
https://radarbromo.jawapos.com/sportainment/06/11/2021/laga-perdana-assyabaab-bangil-digilas-putra-delta-sidoarjo-0-3/
Menurut Slamet, beberapa keputusan wasit, memang sempat merugikan timnya. Ini juga yang akhirnya mempengaruhi permainan anak asuhnya. “Kami sempat mengimbangi di awal-awal babak pertama. Tapi, begitu tercipta satu gol, konsentrasi anak-anak menjadi buyar,” ungkap dia.
Hasil ini pun, membuat timnya berat untuk bisa melewati fase grub. Namun, bukan berarti asa untuk bisa lolos tidak ada sisa. “Kami mengincar peringat tiga terbaik,” sampainya.
Syaratnya, dua laga terakhir harus diakhiri dengan kemenangan timnya. Karena dengan cara itulah, asa menjadi peringat tiga terbaik, bisa didapatkan. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi