Di kompetisi musim ini, Assyabaab Bangil tergabung di grup K. Ada empat tim lain yang akan menjadi lawan Assyabaab. Yakni, Deltras Sidoarjo, Persikoba Batu, Arek Suroboyo, dan Putra Delta Sidoarjo (Putra Jombang). Seluruh laga grup K bakal digelar di Sidoarjo.
Kekuatan Assyabaab bakal bersumber dari pelatihnya, Abdul Muntholib yang kenyang pengalaman. Ia pernah membesut Persekabpas dan Persipro saat masih berlaga di Divisi Utama. Bersama Abu Bakar Assegaf yang merupakan motor Assyabaab Bangil, keduanya bertekad untuk membawa tim ini tak hanya sekadar mengikuti kompetisi. “Kami sudah mendaftarkan 22 pemain. Rata-rata adalah pemain akademi dari Assyabaab Bangil. Sebagian adalah eks pemain Persekabpas,” beber Abdul Muntholib.
Assyabaab juga sudah beberapa kali menggelar latih tanding. Tercatat, kata Tholib -sapaan akrab Abdul Muntholib-, sudah delapan kali Assyabaab Bangil menggelar latih tanding. “Rata-rata uji coba dengan tim yang selevel. Seperti Persipro dan Persikapro,” terang Tholib.
Hasilnya, kata Tholib, laga uji coba cukup memuaskan. Karena timnya mampu beberapa kali menang. “Meski sebenarnya bukan skor yang kami incar. Tapi, melihat perkembangan tim. Sejauh ini kami meyakini, Assyabaab Bangil bisa tampil gemilang,” terang Tholib.
Sebagai tim sepak bola, Tholib menyebut, Assyabaab Bangil punya banyak pemain. Mayoritas adalah pemain asal Kabupaten Pasuruan. Bahkan pemain dari tim ini, paling banyak memasok pemain ke Persekabpas.
“Karena Assyabaab Bangil ini memang dibentuk untuk mendukung Persekabpas. Jika ada pemain yang bagus dan Persekabpas tertarik, akan kami beri. Tetapi, jika nanti tidak cocok, akan kembali ke Assyabaab Bangil. Karena Assyabaab Bangil ini sebenarnya memang untuk mem-back up Persekabpas,” terang Tholib.
Bahkan, di tubuh tim saat ini, ada beberapa nama pemain Assyabaab Bangil yang pernah memperkuat Persekabpas. Sebut saja nama-nama seperti Santoso, M Riski, dan Anggi. Ketiganya pernah bermain bersama Laskar Sakera. “Ketiganya saat ini di Assyabaab merupakan pemain senior. Selain mereka, ada nama Aji Soko M Rofii, yang juga sama-sama berstatus pemain senior,” beber Tholib.
Meski Assyabaab Bangil berada di bawah naungan Askab PSSI Pasuruan, tim ini juga harus survive untuk mengikuti Liga 3. Sebab, tim ini memakai dana sendiri, tanpa APBD untuk mengarungi liga. “Finansial, semuanya dari Abu Bakar Assegaf. Tapi, kami ini tim yang solid. Dan kami yakin kami bisa memberi perlawanan,” terang Tholib. (funmu/mie) Editor : Jawanto Arifin