Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PSPK Pasuruan Siap Menggebrak Liga 3 Jatim

Jawanto Arifin • Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:33 WIB
SIAP MENGGEBRAK: Penggawa PSPK saat menggelar uji coba lawan Persipro 54. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
SIAP MENGGEBRAK: Penggawa PSPK saat menggelar uji coba lawan Persipro 54. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Akuisisi pemilik baru membawa spirit baru bagi PSPK Pasuruan. Tim yang kini dijuluki Sakera Muda itu banyak berbenah. Manajemen rupanya cukup serius menyiapkan tim. Meski hanya berlaga di Liga 3, namun PSPK juga sudah punya bus sendiri.

Tak hanya itu, pemain kenyang pengalaman yang juga legend Persekabpas, Siswanto direkrut. Pemain yang ikut membawa Laskar Sakera –julukan Persekabpas- menembus semifinal kasta tertinggi Liga Indonesia pada 2006 itu disebut-sebut sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Liga 3. Siswanto pun didapuk sebagai il capitano (kapten tim).

Hasilnya, selama laga uji coba tim dengan warna kebesaran oranye dan hitam itu punya tren positif. Dari 16 kali uji coba, PSPK meraih sepuluh kemenangan, lima kali seri, dan sekali kalah.

Rentetan hasil uji coba itu jadi modal positif mental arek-arek Laskar Sakera Muda. Tim asuhan Irfan Junaedi tersebut begitu percaya diri untuk menatap Liga 3 musim ini. Satu kekalahan PSPK hanya didapat saat bertanding melawan tim AC Majapahit. Saat itu, PSPK kalah tipis 0 -1 dari tim yang juga sama-sama berlaga di Liga 3.

Namun, kekalahan itu tak membuat manajemen risau. Sebab, dari semua uji coba, manajemen melihat ada grafik positif. Sebagai bukti, PSPK mampu menahan imbang 1-1 Hizbull Wathan FC dan menekuk Persipati Pati 2-0. Dua tim ini levelnya berada di Liga 2.

Dari 27 nama yang didaftarkan manajemen ke Asprov Jatim, 70 persen di antaranya merupakan pemain putra daerah Pasuruan. Sisanya, dari berbagai daerah. “Kami memang harus berlaga di Banyuwangi. Bahkan, kami tampil paling pertama daripada tuan rumah Persewangi Banyuwangi. Tapi, secara lahir batin, PSPK sudah siap,” beber Suryono Pane, chairman PSPK.



Rasa confidence itu dirasakan Suryono Pane. Itu lantaran ia melihat hasil latihan dan manajemen yang tertata dengan baik. Selama kurang lebih tiga bulan melakukan persiapan, Suryono Pane melihat kombinasi dan perkembangan pemain hasil racikan Irfan Junaedi, begitu solid.

“Saat awal mengakuisisi PSPK, tujuan kami memang ingin memajukan sepak bola Pasuruan Raya. Semua pemain yang mengikuti seleksi, begitu terbuka. Perlahan saat tim terbentuk, ada semangat yang ditunjukkan pemain. Motivasi saya terhadap pemain, hanya mereka yang bisa membawa tim ini lolos atau tidak,” terang Suryono Pane.

Sementara itu, pelatih Persekabpas Irfan Junaedi menerangkan, hampir tiap kali latihan maupun uji coba, ia selalu berpesan agar arek-arek Laskar Sakera Muda jangan sampai tinggi hati. “Termasuk meremehkan lawan. Karena, beberapa kali melakoni uji coba, terkadang masih ada sikap meremehkan lawan. Sehingga terjadi gol dari lawan yang semestinya tidak perlu ada,” terang Irfan Junaedi.

Irfan yang juga pernah tergabung di Timnas Indonesia tersebut, diberi kebebasan manajemen saat merekrut pemain. Dia sering memainkan para pemain muda. Terkadang juga mencampur pemain muda dan pemain senior. “Untuk komposisi, Insyaallah tim inti dan cadangan, kualitasnya sama,” beber Irfan.

Manajemen memang memberi kebebasan terhadap Irfan Junaedi. Mulai dari proses seleksi pemain di tahap awal, sampai eksekusi siapa pemain yang direkrut untuk menambal jika ada komposisi yang kurang.

Ini juga diakui Suryono Pane selaku chairman PSPK. “Kami memang tanpa APBD. Tapi, kami pastikan para pemain dikontrak secara profesional layaknya tim-tim di Liga 2 dan Liga 1. Hak-haknya kami penuhi. Termasuk fasilitas selama latihan hingga kompetisi nanti,” beber Suryono Pane.



Sejak awal mengakuisisi PSPK, kata Suryono, manajemen hanya ingin membawa nama sepak bola Pasuruan Raya kembali bersinar. “Begitu juga dengan pemain. Rata-rata pemain yang kami rekrut adalah mereka yang tidak tertampung di tim-tim seperti Persekabpas atau lainnya. Kelak suatu saat jika mereka tampil bagus dan dikontrak tim yang lebih mapan, tentu kami tidak akan menghalangi. Karena inilah dunia sepak bola,” beber Suryono.

Hal senada juga diungkapkan Mamat Aryo, manajer PSPK. “Kerja keras jajaran pelatih dan pemain, kami yakini tidak akan mengkhianati hasil. Kami yakin, sepak bola di Indonesia juga sudah lebih bagus. Meskipun di babak penyisihan awal kami harus away ke Banyuwangi, kami siap dan siap buat gebrakan,” terang Mamat Aryo. (fun/mie) Editor : Jawanto Arifin
#pspk pasuruan #liga 3 jatim