--------------------
SISWANTO termasuk salah satu anggota The Dream Team Persekabpas. Ia jadi salah satu motor serangan Laskar Sakera –julukan Persekabpas- yang mampu menembus semifinal Divisi Utama (kasta tertinggi saat itu) pada 2006.
Sejak tahun spektakuler itu, karir Siswanto kian benderang. Ia malang melintang memperkuat sejumlah klub papan atas tanah air. Bahkan, ia juga pernah merasakan jadi juara Indonesia Super League bersama Sriwijaya FC.
Tak hanya itu, pria asal Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, ini juga sempat mencicipi caps bermain di Tim Nasional SEA Games Filipina dan Thailand. Setelah 15 tahun melanglang buana memperkuat sejumlah tim di luar Pasuruan, Siswanto tahun ini memilih pulang kampung.
Siswanto bakal memperkuat PSPK Pasuruan di Liga 3 Jatim musim ini. Ya, PSPK yang bertekad naik kasta ke Liga 2 musim ini cukup serius menyiapkan tim.
Mantan pemain timnas itu digandeng untuk memperkuat lini serang PSPK Pasuruan. Disebut-sebut, Siswanto akan menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di Liga 3.
Chairman PSPK Pasuruan Suryono Pane mengungkapkan, pemain yang kaya pengalaman itu resmi digaet Kamis malam (16/9). Pihaknya memilih untuk menggandeng Siswanto dengan sejumlah pertimbangan.
Tidak hanya sekadar untuk memperkuat tim PSPK Pasuruan. Sehingga misi untuk bisa masuk babak nasional dan menembus Liga 2 bisa tercapati. Lebih dari itu, untuk mengangkat reputasi persepakbolaan di Kabupaten Pasuruan.
“Dengan pengalaman yang dimilikinya, diharapkan bisa memberi manfaat untuk persepakbolaan di Kabupaten Pasuruan. Kejayaan persepakbolaan Kabupaten Pasuruan yang sempat hilang, diharapkan bisa kembali dengan cameback-nya si Kancil (julukan Siswanto),” ungkap Pane –sapaannya-.
Pane menambahkan, Siswanto merupakan aset daerah yang masih memiliki talenta. Meski usianya tak lagi muda, namun kemampuannya tak boleh dipandang sebelah mata. Ia masih diminati sejumlah tim di Liga 1 ataupun Liga 2.
“Kami berharap, dengan ilmu yang dimilikinya, bisa ditularkan ke pemain-pemain junior,” imbuhnya.
Meski begitu, Pane tak membeber berapa gaji yang harus dikeluarkan PSPK untuk Siswanto. Namun, kabar beredar, kalau ia digaji belasan juta per bulannya.
Sementara itu, Siswanto memiliki alasan tersendiri untuk mau bergabung dengan PSPK Pasuruan. Salah satu alasannya, karena ia ingin dekat dengan keluarganya. Ia sudah banyak melanglang buana di kancah sepak bola.
Sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga di rumah. “Saya memilih PSPK karena dekat dengan keluarga. Kedua anak saya membutuhkan perhatian saya,” akunya.
Selain itu, ia melihat komitmen pengurus untuk mengangkat persepakbolaan Kabupaten Pasuruan. Terutama dari sang chairman Suryono Pane. “Komitmen itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk ikut memajukan persepabolaan Kabupaten Pasuruan,” bebernya.
Apalagi, dari sisi materi pemain, juga tak meragukan. Mereka memiliki kemampuan skill yang baik. “Sebenarnya, ada beberapa tim yang hendak menggandeng. Ada dari Liga 2 di Kalteng dan beberapa tim lain. Tapi, karena dekat dengan keluarga, saya pilih di sini,” jelasnya.
Di PSPK, Siswanto ingin membuktikan bahwa ia belum habis. “Saya ingin tetap bermain sepak bola. Belum ada niat untuk gantung sepatu. Bermain sepak bola adalah dunia saya. Saya pikir, masih banyak pemain yang lebih tua dari saya dan masih merumput. Ada Cristian Gonzales misalnya, yang usianya sudah lebih 40 tahun tapi tetap bermain,” terang Siswanto. (one/mie)
Karir Siswanto
Tahun Klub
2000-2006 Persekabpas
2007 Persmin Minahasa
2008 Persib Bandung
2009 Persema Malang
2010-2011 Persib Bandung
2012 Sriwijaya FC (Juara ISL)
2013 Gresik United
2015 Persebaya
2017 Persiba Balikpapan
2019 Kalteng Putra
2021 PSPK Pasuruan Editor : Jawanto Arifin