Tak tanggung-tanggung. Tim berjuluk Laskar Sakera itu digunduli dengan skor mentereng: 0-4. Rekor Persekabpas yang sempurna di kandang selama Liga 3 musim ini pun ternoda.
Kekalahan itupun kian menyakitkan. Pasalnya, kekalahan yang diderita, didapatkan saat laga final. Apalagi, di momen yang bersamaan dengan anniversary Persekabpas ke-33 tahun.
Tanda-tanda kekalahan Persekabpas sejatinya sudah terlihat sejak wasit meniup kick-off babak pertama. Absennya fullback, Arif membuat permainan arek-arek The Lassak kurang menggigit.
Persiga pun tampil lebih banyak menekan. Dukungan Sakeramania, tak membuat Persiga keder. Mereka tampil menggebrak. Petaka itu akhirnya benar-benar muncul ketika memasuki menit ke 24. Umpan tarik yang dilesatkan sisi kiri, disambut baik oleh kapten tim Persiga, Ali Mustofa. Pemain bernomor punggung 28 ini pun, berhasil mengoyak gawang Persekabpas.
Di babak kedua, Rico Cs berusaha untuk tampil lebih menekan. Alih-alih bisa membalas keadaan, mereka justru kembali kebobolan.
Umpan tarik dari sisi kanan lawan, tak mampu diantisipasi lini belakang Persekabpas. Si kulit bundar jatuh dikaki Dian Tri Wiyono. Pemain Persiga yang memakai nomor 9 ini, langsung menceploskan bola. Gol kembali tercipta di menit ke 54. 2-0 untuk Persiga.
Persekabpas nyaris bisa memperkecil keunggulan. Handball lini belakang Persiga, membuat wasit menunjuk titik putih. Akhmad Fathoni hadir sebagai eksekutor. Sayangnya, tendangannya mampu diblok penjaga gawang Persiga, M. Rio Agata.
Tertinggal dua gol, membuat permainan tim Persekabpas semakin acak-acakan. Terbukti, salah komunikasi lini belakang, dimanfaatkan dengan baik oleh Wildan Mahmudi. Bola liar yang berada di depan gawang, ditendang langsung oleh pemain nomor tujuh ini. Gol kembali tercipta. Skor bertambah di menit ke 69 untuk Persiga, 3-0.
Persekabpas berupaya mengejar ketertinggalan. Sayangnya, upaya yang dilakukan tak berbuah hasil. Justru tim tamu, kembali unggul saat laga bakal berakhir.
Bola yang tak mampu dihalau dengan baik oleh lini belakang Persekabpas, membuat Ali Mustofa kembali mampu merebut si kulit bundar. Bola itupun dilesatkannya. Hingga berbuah gol. Skor bertambah di menit ke 90. 4-0 untuk keunggulan Persiga. Gol itupun menjadi penutup atas derita yang dialami Persekapbas Pasuruan.
Asisten Pelatih Persiga Trenggalek, Mursid mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. “Skema permainan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kasianto, pelatih Persekabpas Pasuruan mengaku, jika laga tersebut merupakan antiklimaks dari laga-laga sebelumnya. Ia memandang, para pemainnya terlalu menikmati dan bereuforia atas kemenangan dari Deltras Sidoarjo.
“Sehingga saat final, seperti ini. Mereka tidak tampil seperti biasanya. Kami juga mengakui, kalau lawan memang tangguh,” sampainya. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi