Sekretaris PBVSI Kabupaten Probolinggo Akhmad Mulyono mengatakan, timnya kalah di-reserve dan passing. Sedangkan, serangannya sama-sama mematikan. Bahkan, sebelumnya di babak 16 besar melawan Kabupaten Nganjuk berhasil menang 3-0 (25-19, 25-18, 25-23).
“Kami kalah di-passing, sehingga kami tidak bisa menyerang. Begitu passing bagus, maka dapat poin. Kalau serangan imbang, lawan pertahanan bagus, kami blocking bagus,” ujarnya.
Mulyono mengakui, persiapan timnya masih kurang maksimal. Sehingga, target masuk empat besar dalam Kejurprov Junior tahun ini kandas. “Evaluasi ke depan tentunya pembenahan passing dan pertahanan. Kami akan berbenah lagi. Ini, jadi ajang uji coba untuk menatap Porprov 2019,” ujarnya.
Sementara, Tim Voli Putri Kota Probolinggo, juga harus gigit jari setelah di babak 12 besar kalah atas Tim Putri Kota Surabaya dengan skor 0-3 (17-25, 20-25, 17-25). Sekretaris PBVSI Kota Probolinggo Arvin Cahyono mengatakan, para pemainnya sudah berjuang maksimal. Namun, karena kalah postur dari Surabya, timnya kesulitan untuk melawan.
Menurutnya, Tim Putri Surabaya sedikitnya diperkuat empat pemain dari klub Bank Jatim yang tingginya 180 sentimeter. “Mereka tinggi-tinggi. Kami sudah kalah dari block, karena mereka lebih tinggi jangkauannya,” ujarnya.
Arvin mengatakan, ketika melawan Mojokerto dan Kabupaten Situbondo, timnya masih bisa bernapas lega. Sebab, postur mereka hampir sama dengan postur tim Kabupaten Probolinggo. “Tapi, kami pengurus tetap mengucapkan terima kasih atas perjuangan tim. Tetap semangat dan tetep giat berlatih untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya,” ujarnya. (hil/rud) Editor : Jawanto Arifin