Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Debut Rindi di Asian Games Berbuah Emas untuk Indonesia

Muhammad Fahmi • Selasa, 28 Agustus 2018 | 06:05 WIB
Tim putra panjat dinding Indonesia usai menerima medali emas di Palembang, Senin (27/8)...M HATTA/SUMATERA EKSPRES
Tim putra panjat dinding Indonesia usai menerima medali emas di Palembang, Senin (27/8)...M HATTA/SUMATERA EKSPRES
PALEMBANG-Atlet sport climbing andalan Kota Probolinggo, Rindi Sufriyanto berhasil mengukir catatan istimewa dalam debut Asian Games-nya. Tak tanggung-tanggung, Rindi berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia lewat nomor speed relay (estafet).

Di nomor Speed Relay, Rindi tergabung di grup B. Ia bersama Abu Dzar Yulianto (juga dari Jawa Timur), serta Muhammad Hinayah (dari Sumatera Selatan). Di partai puncak sendiri, menyajikan all Indonesia final.

Sebelum mencapai partai puncak, tim Indonesia B yang diperkuat Rindi berhadapan dengan Kazakhstan 1 di perempat final. Rindi cs pun berhasil menang dengan capaian waktu 19,79 detik berbanding 26,01 detik.

Di babak semifinal, Rindi cs giliran menang atas Tiongkok 2. Indonesia 2 mencapai catatan waktu 18,99 detik, sementara lawan alami fall.

Di partai puncak, Rindi cs melawan tim Indonesia A. Tim itu diperkuat oleh Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Sabri (Kalimatan Timur) dan Alfian (Jawa Tengah).

Dalam speed relay itu, Rindi cukup menentukan. Sebab, ia merupakan pemanjat akhir. Di partai puncak, ia berhasil memenangi adu speed dengan seniornya, Aspar.

Rindi juga jadi kunci kemenangan tim putra Indonesia 2. Ia mampu dengan cepat memanjat dengan catatan waktu 18,68 detik. Rindi mengalahkan tim putra Indonesia 1 yang dianggap fall pada pemanjat pertama.

Photo
Photo
EMAS: Dari kiri, Rindi Sufriyanto (kiri), Abu Dzar Yulianto (kanan), dan M Hinayah yang terharu ketika mendengarkan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, usai meraih emas speed relay, (27/8). (Foto: FPTI)

Begitu memastikan meraih emas untuk Indoensia, Rindi pun cukup emosional. Ia dan teman-temannya langsung mengibarkan bendera merah putih sambil menyambut para penonton yang memadati.

“Ini cukup spesial. Jadi best record untuk kami sendiri. Sebab, jarang bertemu di final (dengan sesama Indonesia),” ujar Rindi selepas meraih medali emas.

Menurut Rindi, dalam Asian Games, kesulitan yang paling besar dihadapinya adalah rasa grogi. Maklum, ini adalah debutnya di Asian Games. “Tapi, bagaimana caranya kita untuk menenangkan diri, rileks dan tenang untuk memanjat,” ujarnya.

Menurut Rindi, dalam panjat tebing, tidak ada yang berstatus unggulan. “Memang di panjat putra ini 50-50 peluangnya. Siapa paling tenang dia yang kuasai keadaan. Tadi tidak melihat waktu karena tahunya manjat saja. Pelatih memang bilang siapapun yang dihadapi, termasuk kalau bertemu tim indonesia kuncinya ketenangan,”tukasnya.

Menurutnya, emas di debut Asian Games-nya itu cukup berarti. “Ini untuk masyarakat Indonesia. Berkat doa masyarkat Indonesia juga,” jelasnya.

Sebelum berlaga di Asian Games, Rindi sendiri sempat mendapat suntikan moril dengan dukungan langsung dari Wali Kota Probolinggo Rukmini. Bersama sejumlah pejabat terkait, Rukmini memberikan support langsung ke Rindi dan timnas Indonesia di kompleks Poltek Universitas Sriwijaya.

Sementara itu, Ketua Umum FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Faisol Riza menargetkan dua emas dari tim panjat tebing Asian Games kali ini. Sementara dalam Asian Games kali ini, tim sport climbing berhasil meraih 3 emas. (JPG/mie)

  Editor : Muhammad Fahmi
#asian games #rindi sufriyanto #FPTI #panjat tebing