Eko Hadi Purwanto sudah lama mempunyai kepedulian terhadap sampah. Baik sampah organik maupun anorganik. Ketika melihat sampah di sekitar tempatnya mengajar, ia tergerak untuk membuatnya lebih bermanfaat. Termasuk terhadap lingkungan sekolah.
Ia pun membuat sebuah karya. Berjudul Penerapan Kegiatan Go Green Berbasis 3R untuk Meningkatkan Ekoliterasi Siswa Kelas VI SDN Jatiurip I, Kabupaten Probolinggo. Karya ini yang dikirim untuk mengikuti Anugerah Pendidikan Guruku Hebat dan Berprestasi (Geber) gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.
Program ini, kata Eko, dibuat dengan pertimbangan, program ini sudah dilaksanakan sejak 2021. Bersamaan dengan ketika mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Probolinggo. Ia juga mengaku ingin meningkatkan ekoliterasi siswa tentang kegiatan Go Green Berbasis 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Kegiatan ini merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Kegiatan ini mampu menghasilkan karya anak dalam memanfaatkan sampah organik dan anorganik. Serta, karya guru berupa modul ajar fase C (untuk kelas 6) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan,” kata Eko.
Dalam proses pembelajaran sebelum adanya kegiatan ini, kata Eko, siswa belum mengerti manfaat sampah organik dan anorganik. Mereka hanya membuangnya ke tempat sampah. Setelah diberi materi tentang Kegiatan Go Green Berbasis 3R, peserta didik lebih memahami. Mereka pun mengubah sampah menjadi sebuah karya yang bermanfaat.
“Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan ini. Siswa kelas 6 belum semuanya dapat memahami manfaat sampah. Terkadang masih lupa bahwa ada tempat sampah organik dan anorganik,” jelasnya.
Eko memang bukan orang baru dalam dunia pendidikan. Sudah 15 tahun menjadi guru. Belasan tahun jadi pendidik, terus dituntut kreatif. Agar pembelajaran maksimal, ia selalu menerapkan kesepakatan kelas sebelum materi berikan kepada siswa. Agar siswa bersikap disiplin dan atmosfer kelas menjadi kondusif, sehingga pembelajaran dapat berpusat pada siswa.
Di samping itu, Eko juga memberikan bimbingan khusus pada jam istirahat atau pulang sekolah. Terutama kepada siswa yang kesulitan dalam belajar, khususnya pelajaran matematika.
“Kegiatan Geber ini merupakan kegiatan yang bagus. Perlu diadakan setiap tahun guna menjaring guru-guru hebat. Lebih lanjut agar pendidikan di Kabupaten Probolinggo semakin maju dan terdepan,” harapnya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin