Transparansi menjadi perhatian utama dalam proses penjaringan dan penyaringan atau rekrutmen perangkat Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan singkat.
PROSES rekrutmen diawali pendaftaran pada 21 September hingga 5 Oktober 2026. Dari proses tersebut, terdapat sembilan calon perangkat desa yang mendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi, delapan calon dinyatakan memenuhi kriteria. Selanjutnya, delapan calon tersebut mengikuti tes di kantor desa setempat pada Rabu (14/10).
Tes meliputi ujian tulis, wawancara, dan praktik komputer. “Pengujinya dari staf kecamatan dan pendamping lokal desa,” ujar Kepala Desa Maron Kulon, Hasan Basri, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Abdul Adhim.
Adhim menjelaskan, tes tulis terdiri dari 50 soal. Materinya meliputi pengetahuan umum dan Pancasila, peraturan dan pemerintahan desa, logika dasar atau matematika, dan administrasi surat-menyurat. Peserta diberikan waktu selama satu jam untuk menyelesaikan tes tersebut.
“Untuk tes wawancara dan tes praktik komputer durasinya 15 menit. Peserta diberi tugas membuat surat undangan dan daftar hadir,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebagai bentuk transparansi, soal ujian tulis dibuat pada hari pelaksanaan tes untuk menghindari kebocoran. Soal mulai disusun pukul 07.00. “Sedangkan tes dilaksanakan pukul 09.00. Hasil seleksi juga langsung diumumkan pada hari itu juga,” jelasnya.
Pelaksanaan tes tersebut turut dihadirii Camat Maron, Kepala Desa Maron Kulon dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kemudian tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat.
Menurut Adhim, keterbukaan menjadi hal penting dalam proses rekrutmen perangkat desa. Seluruh peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama serta mengetahui hasil seleksi secara jelas.“Transparansi ini penting agar seluruh peserta merasa diperlakukan secara adil. Alhamdulillah, hasilnya bisa diterima semua peserta,” ujarnya.
Ia menambahkan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk mengisi satu formasi perangkat desa yang kosong setelah pejabat sebelumnya meninggal dunia. Selain mengedepankan transparansi, proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes juga tidak dipungut biaya.
“Peserta merasa puas karena proses seleksi berlangsung terbuka dan hasilnya dapat diketahui pada hari yang sama. Calon yang diterima murni berdasarkan hasil tes. Hasilnya juga kita tunjukkan,” tegasnya.
Dengan selesainya proses rekrutmen tersebut, kekurangan perangkat Desa Maron Kulon kembali terisi sehingga jumlah perangkat desa menjadi 13 orang. Rinciannya, enam kepala dusun (kasun), tiga kepala urusan (kaur), tiga kepala seksi (kasi), dan satu sekretaris desa (sekdes).“Nantinya, calon perangkat desa yang sudah lolos ini harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan desa,” pungkasnya.
Hasil Test
No. Nama Tes Tulis Tes Praktik Wawancara Total
1 Eka Afrilian Almida 58 52 145 255
2 Septiyan Ilham Riflyanto 58 56 152 266
3 Diana Cholipa 80 63 160 303
4 Dewi Ulfa 100 78 170 348
5 Eka Novita Sari 54 55 140 249
6 Febriyanti 78 56 154 210
7 Moh Ridwan Ardiansyah 52 0 140 192
8 Muhammad Agus Wijaya 62 75 166 303
Bangun Irpom, Atasi Kekurangan Air
MASALAH kekurangan air untuk lahan pertanian di Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo mulai teratasi. Tahun ini di Dusun Sumberan, RT 7 telah dibangun fasilitas Irigasi Perpompaan (Irpom).
Kepala Desa Maron Kulon Hasan Basri melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Abdul Adhim mengatakan, pembangunan Irpom dilakukan untuk mengatasi kendala air yang selama ini dihadapi petani setempat.
“Sumber air untuk irigasi tersebut berasal dari Sungai Pekalen. Namun, saat musim kemarau, debit air sungai kerap menurun sehingga pasokan untuk lahan pertanian menjadi terbatas. Karena itu, dibutuhkan Irpom untuk mengatasinya,” katanya.
Menurut Adhim, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan karena lahan pertanian di Dusun Sumberan berada cukup jauh dari sumber air. “Kondisi ini menyebabkan distribusi air ke area persawahan tidak optimal, khususnya pada musim kemarau,” ungkapnya.
Selama ini, petani setempat membudidayakan sejumlah komoditas. Seperti padi, jagung hingga tembakau. Dengan dukungan Irpom, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan hasil pertanian.
“Keberadaan Irpom yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo ini diharapkan bisa membantu petani mengatasi kekurangan air yang selama ini kerap melanda wilayah setempat pada musim kemarau,” ujarnya.
Selain dukungan pada pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Maron Kulon juga melaksanakan pembangunan pavingisasi pada tahun ini. Pekerjaan tersebut menyasar jalan di kawasan permukiman warga di Dusun Krajan dan Sumberan. Anggaran untuk Pavingisasi ini berasal dari dana afirmasi Pemkab Probolinggo. (uno/fun/*)
Editor : Abdul Wahid