Utamakan Transparansi Dalam Rekrutmen Perangkat di Desa Maron Kulon

Jamaludin Uno • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:00 WIB
TES: Proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Maron Kulon diikuti 8 peserta atau calon. Tes digelar Rabu (14/10). (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)
TES: Proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Maron Kulon diikuti 8 peserta atau calon. Tes digelar Rabu (14/10). (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)

Transparansi menjadi perhatian utama dalam proses penjaringan dan penyaringan atau rekrutmen perangkat Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan singkat.

PROSES rekrutmen diawali pendaftaran pada 21 September hingga 5 Oktober 2026. Dari proses tersebut, terdapat sembilan calon perangkat desa yang mendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi, delapan calon dinyatakan memenuhi kriteria. Selanjutnya, delapan calon tersebut mengikuti tes di kantor desa setempat pada Rabu (14/10).

Tes meliputi ujian tulis, wawancara, dan praktik komputer. “Pengujinya dari staf kecamatan dan pendamping lokal desa,” ujar Kepala Desa Maron Kulon, Hasan Basri, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Abdul Adhim.

Adhim menjelaskan, tes tulis terdiri dari 50 soal. Materinya meliputi pengetahuan umum dan Pancasila, peraturan dan pemerintahan desa, logika dasar atau matematika, dan administrasi surat-menyurat. Peserta diberikan waktu selama satu jam untuk menyelesaikan tes tersebut.

“Untuk tes wawancara dan tes praktik komputer durasinya 15 menit. Peserta diberi tugas membuat surat undangan dan daftar hadir,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagai bentuk transparansi, soal ujian tulis dibuat pada hari pelaksanaan tes untuk menghindari kebocoran. Soal mulai disusun pukul 07.00. “Sedangkan tes  dilaksanakan pukul 09.00. Hasil seleksi juga langsung diumumkan pada hari itu juga,” jelasnya.

Pelaksanaan tes tersebut turut dihadirii Camat Maron, Kepala Desa Maron Kulon dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kemudian  tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat.

Menurut Adhim, keterbukaan menjadi hal penting dalam proses rekrutmen perangkat desa. Seluruh peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama serta mengetahui hasil seleksi secara jelas.“Transparansi ini penting agar seluruh peserta merasa diperlakukan secara adil. Alhamdulillah, hasilnya bisa diterima semua peserta,” ujarnya.

Ia menambahkan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk mengisi satu formasi perangkat desa yang kosong setelah pejabat sebelumnya meninggal dunia. Selain mengedepankan transparansi, proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes juga tidak dipungut biaya.

WAWANCARA: Masing-masing calon mengikuti tes wawancara secara bergantian. (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)
WAWANCARA: Masing-masing calon mengikuti tes wawancara secara bergantian. (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Peserta merasa puas karena proses seleksi berlangsung terbuka dan hasilnya dapat diketahui pada hari yang sama. Calon yang diterima murni berdasarkan hasil tes. Hasilnya juga kita tunjukkan,” tegasnya.

Dengan selesainya proses rekrutmen tersebut, kekurangan perangkat Desa Maron Kulon kembali terisi sehingga jumlah perangkat desa menjadi 13 orang. Rinciannya, enam kepala dusun (kasun), tiga kepala urusan (kaur), tiga kepala seksi (kasi), dan satu sekretaris desa (sekdes).“Nantinya, calon perangkat desa yang sudah lolos ini harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan desa,” pungkasnya. 

Hasil Test

No.         Nama                                            Tes Tulis     Tes Praktik   Wawancara            Total

1             Eka Afrilian Almida                     58            52                            145                       255

2             Septiyan Ilham Riflyanto            58           56                            152                       266

3             Diana Cholipa                              80           63                           160                        303

4             Dewi Ulfa                                      100        78                           170                        348

5             Eka Novita Sari                             54           55                           140                        249

6             Febriyanti                                    78          56                           154                        210

7             Moh Ridwan Ardiansyah           52           0                             140                        192

8             Muhammad Agus Wijaya            62           75                           166                        303

PERTANIAN: Untuk mendukung pertanian, tahun ini di Desa Maron Kulon telah dibangun Irpom. (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)
PERTANIAN: Untuk mendukung pertanian, tahun ini di Desa Maron Kulon telah dibangun Irpom. (Foto: Pemdes Maron untuk Jawa Pos Radar Bromo)

 

Bangun Irpom, Atasi Kekurangan Air

MASALAH kekurangan air untuk lahan pertanian di Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo mulai teratasi. Tahun ini di Dusun Sumberan, RT 7 telah dibangun  fasilitas Irigasi Perpompaan (Irpom).

Kepala Desa Maron Kulon Hasan Basri melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Abdul Adhim mengatakan, pembangunan Irpom dilakukan untuk mengatasi kendala air yang selama ini dihadapi petani setempat.

“Sumber air untuk irigasi tersebut berasal dari Sungai Pekalen. Namun, saat musim kemarau, debit air sungai kerap menurun sehingga pasokan untuk lahan pertanian menjadi terbatas. Karena itu, dibutuhkan Irpom untuk mengatasinya,” katanya.

Menurut Adhim, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan karena lahan pertanian di Dusun Sumberan berada cukup jauh dari sumber air. “Kondisi ini menyebabkan distribusi air ke area persawahan tidak optimal, khususnya pada musim kemarau,” ungkapnya.

Selama ini, petani setempat membudidayakan sejumlah komoditas. Seperti padi, jagung hingga tembakau. Dengan dukungan Irpom, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan hasil pertanian.

“Keberadaan Irpom yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo ini diharapkan bisa membantu petani mengatasi kekurangan air yang selama ini kerap melanda wilayah setempat pada musim kemarau,” ujarnya.

Selain dukungan pada pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Maron Kulon juga melaksanakan pembangunan pavingisasi pada tahun ini. Pekerjaan tersebut menyasar jalan di kawasan permukiman warga di Dusun Krajan dan Sumberan. Anggaran untuk Pavingisasi ini berasal dari dana afirmasi Pemkab Probolinggo. (uno/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
transparansi desa desa maron kulon kecamatan maron