Hutan Mahagoni di Sumber Probolinggo Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:34 WIB
MEMBARA: Kondisi hutan di Sumber yang dilalap api.
MEMBARA: Kondisi hutan di Sumber yang dilalap api.

 

SUMBER, Radar Bromo-Kebakaran hutan terjadi di Rest Area Kawuk dan Hutan Mahagoni di Desa/ Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Api mulai membakar kawasan hutan, Sabtu (17/10) siang.

Petugas Damkar, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimca setempat berjibaku memadamkan api. Beruntung, api berhasil padam pada Minggu (18/10) pagi.

Sugeng, 40, warga setempat mengatakan, kebakaran sempat padam pada Sabtu, pukul 14.00.

Namun, menyala kembali malam hari sekitar pukul 19.00. Meski demikian, Sugeng mengaku kurang paham penyebab terjadinya kebakaran.

“Memang ada yang membuka lahan di sekitar sana untuk permukiman. Apa mungkin ada yang buang puntung rokok, bisa jadi. Tapi saya kurang tahu juga karena tadi lewat ya sudah terbakar,” ujarnya.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Mahrus menyampaikan, kebakaran terjadi di empat titik.

Satu titik di Hutan Mahagoni dan tiga lainnya di Rest Area Kawuk, tepatnya pada petak 38M-1 dan 38L-1 Kecamatan Sumber.

“Kami fokus memadamkan api di Rest Area Kawuk. Sebab api memang besar di sana dan ada pohon yang tumbang melintang ke jalan. Sehingga sempat membuat macet lalu lintas di lokasi,” katanya.

Bahkan, jalan satu-satunya menuju Kecamatan Sumber sempat tertutup total akibat satu pohon pinus di Rest Area Kawuk tumbang dan melintang ke jalan.

Tim TRC BPBD Kabupaten Probolinggo pun langsung memotong pohon tersebut agar lebih mudah dievakuasi ke tepi jalan.

“Jalanan sempat macet sekitar satu jam. Sejumlah kendaraan antre sepanjang kurang lebih satu kilometer,” katanya.

Tak hanya satu pohon yang dievakuasi petugas, melainkan dua pohon pinus. “Satu pohon memang roboh sendiri ke jalan, sementara satu pohon lainnya kami tebang karena khawatir nanti roboh lagi ke jalan ketika terlalap api,” terangnya.

Mahrus mengatakan, kendala pemadaman di hutan pinus yaitu getah pinus cepat terbakar karena mengandung resin, terpenting, dan senyawa terpena. Alhasil butuh waktu untuk memadamkan api tersebut.

“Sehingga total vegetasi yang terbakar seluas 10,59 hektare di titik ini. Sementara yang terbakar meliputi semak belukar, serasah daun kering, rerumputan, dan tanaman pinus,” katanya.

Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto menyampaikan, pihaknya baru menerima informasi kebakaran pada Sabtu malam pukul 20.25. Saat itu juga, tim bergerak menuju lokasi.

“Sesampainya di sana, kami langsung melakukan pemadaman hingga pukul 02.20,” tuturnya.

Proses pemadaman memang difokuskan di satu titik. Sebab, satu titik lain di Hutan Mahagoni sulit diakses.

“Karena lokasinya tinggi dan berada di tengah hutan, sehingga kami hanya melakukan pemantauan. Namun api dipastikan telah mati pada Minggu (18/10),” ungkapnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
mahagoni sumber kebakaran hutan probolinggo