Usai Antrean Drum Mengular, Pertamina Jamin BBM Lancar, Pengiriman ke Probolinggo Tiga Kali Sehari

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:22 WIB

ANTRE: Puluhan petani tampak antre solar di SPBU 54.672.08, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo karena pengiriman dari Pertamina terlambat. Foto diambil pada Jumat (9/10) pagi. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

ANTRE: Puluhan petani tampak antre solar di SPBU 54.672.08, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo karena pengiriman dari Pertamina terlambat. Foto diambil pada Jumat (9/10) pagi. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjamin pasokan BBM untuk masyarakat kembali normal. Menyusul penyesuaian pola distribusi yang dilakukan sejak 8 Oktober.

Transisi menuju penyesuaian pola distribusi ini sempat membuat pasokan BBM terlambat ke Probolinggo, terutama solar subdisi. Sehingga menimbulkan antrean solar subsidi di sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok BBM di wilayah Jatimbalinus. Pengaturan dilakukan mulai dari sumber pasokan hingga penyaluran ke wilayah operasional.

Pengiriman dari Surabaya ke Probolinggo akan dilakukan bertahap dengan jadwal kedatangan yang telah diatur. Menyesuaikan dengan kebutuhan konsumsi dan kondisi operasional di lapangan.

“Pengiriman BBM dijadwalkan dalam tiga kali pengiriman atau ritase. Masing-masing diperkirakan tiba pada pukul 01.00, 07.00, dan 13.00,” katanya.

Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara pengiriman ketiga hanya mencakup Pertamax dan Pertalite.

Khusus akhir pekan, jumlah pengiriman direncanakan ditambah menjadi empat ritase untuk mendukung pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.

Ahad menjelaskan, pengaturan suplai tersebut mempertimbangkan tingkat konsumsi BBM dan kondisi operasional di lapangan.

Berdasarkan catatan Pertamina, rata-rata konsumsi BBM harian di Probolinggo mencapai 720 kiloliter per hari pada September 2026.

“Kebutuhan BBM masyarakat di Probolinggo menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Fuel Terminal (FT) Probolinggo juga beroperasi selama 24 jam.

Pertamina menyatakan terus mengevaluasi kondisi suplai serta memperkuat koordinasi operasional guna mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat yang mengalami kendala pelayanan dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” terangnya.

Sebelumnya, antrean pembelian solar terjadi di SPBU 54.672.08, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/10) pagi. Puluhan petani dan warga yang membutuhkan solar harus menunggu hingga pasokan datang sekitar pukul 10.00.

Pengawas SPBU 54.672.08 Abdullah menyebut, antrean tersebut terjadi karena stok solar habis, sedangkan pengiriman dari Pertamina terlambat. Menurut dia, keterlambatan pengiriman bahkan terkadang mencapai dua hari.

“Sering terlambat memang dari pihak Pertamina. Kadang sampai telat 2 hari,” kata warga Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tersebut. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
solar pertamina bbm probolinggo