TIM Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Kader dalam Program Desa Wangkal Bebas Polusi dan Asap Rokok. Sabtu (10/10), kegiatan ini digelar di Puskesmas Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan kerja sama dengan Puskesmas Wangkal dan Pemerintah Desa Wangkal, ini diikuti 29 Kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) dari lima dusun di Desa Wangkal. Tim pengabdian masyarakat UNAIR melibatkan enam personel dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran UNAIR.
Meliputi Dr. Alfian Nur Rosyid, dr., Sp.P(K); Herley Windo Setiawan, dr., Sp.P(K); apt. Arina Dery Puspitasari, S.Farm., M.Farm.Klin.; dr. Aris Sudarwoko; dr. Indra Sukma Tenggara; serta Ns. Ahmad Mufid Sultoni, M.Kep.
Sejumlah materi disampaikan. Di antaranya, Pengantar Program Desa Wangkal Bebas Polusi dan Asap Rokok, Bahaya Asap Rokok dan Peningkatan Kualitas Udara Rumah, serta Peran Strategis Kader Desa Dalam Memantau Rumah Tangga Bebas Asap Rokok hingga Langkah-Langkah Pengisian Monitoring Digital.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Dr. Alfian Nur Rosyid, dr., Sp.P(K), mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengajak para kader terlibat aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya polusi dan asap rokok. “Dengan cara terjun langsung di masyarakat, termasuk melakukan pemantauan terkait polusi yang ada di lingkungan dan asap rokok,” ujarnya.
Menurutnya, para kader tidak hanya bertugas melakukan pemantauan. Tetapi, juga berperan sebagai evaluator, edukator, dan motivator dalam upaya mencegah dampak negatif polusi, termasuk bahaya asap rokok.
“Setiap kader akan mendapat tugas memantau 10 kepala keluarga (KK) dan satu fasilitas umum dalam setiap bulannya. Sekaligus melihat perubahan yang terjadi setelah edukasi dilakukan. Pemantauan akan berlangsung selama tiga bulan,” jelasnya.
Hasil pemantauan akan dicatat dan dilaporkan melalui aplikasi digital yang disiapkan tim pengabdian masyarakat. Jika ditemukan kondisi yang perlu mendapat perhatian, kader akan memberikan edukasi.
“Data yang sudah dimasukkan ke aplikasi akan kami pantau dari Surabaya. Dengan begitu, kami dapat melihat kondisi di lapangan, termasuk apakah sudah ada perubahan pada lingkungan setelah dipantau,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Wangkal Sunar Wibowo, SKM., menyampaikan terima kasih kepada UNAIR yang telah memilih Desa Wangkal sebagai lokasi pelaksanaan program. “Kami berharap dengan adanya program ini, ke depan Desa Wangkal bisa bebas dari asap rokok dan polusi lainnya.,” ungkapnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya dalam menjalankan tanggung jawab perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Kader Program Desa Wangkal Bebas Polusi dan Asap Rokok, UNAIR tidak hanya membagikan pengetahuan kesehatan. Tetapi, juga memberdayakan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Edukasi mengenai bahaya asap rokok, peningkatan kualitas udara rumah, serta penguatan peran kader menjadi langkah promotif dan preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya membangun lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Juga selaras dengan visi dan misi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kedokteran yang unggul serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kolaborasi antara sivitas akademika, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader masyarakat, Fakultas Kedokteran UNAIR terus mendorong penerapan ilmu kedokteran berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (uno/*)
Editor : Fahreza Nuraga