BANTARAN, Radar Bromo – Sebenarnya Satrap, 60, hanya berniat membakar kotoran sapi kering di dekat kandang sapi miliknya.
Namun, api malah membakar kandang dan rumahnya. Dua ekor sapi miliknya pun mati terpanggang.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (3/10) sekitar pukul 10.00 di Dusun Degedeg, Desa Kedungrejo, Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Namun, Satrap mulai membakar kotoran sapi sejak seminggu sebelumnya.
Salah satu tujuannya agar asapnya mengusir lalat dan serangga di sekitar kandang.
Api lantas dibiarkan menyala dalam bentuk bara. Diduga, tiupan angin kemudian membuat percikan atau bunga api berpindah ke material di sekitarnya yang mudah terbakar. Api akhirnya berkobar dan membakar kandang sapi.
Operator Desa Kedungrejo, Novan Kusdianto mengatakan, saat kejadian Satrap sedang tinggal di rumah saudaranya. Tidak jauh dari rumahnya.
Sementara di dalam kandang ada dua ekor sapi, membuat sapi mati terpanggang.
“Api kemudian merembet ke rumah Pak Satrap di sebelah kandang. Membakar seluruh bangunan beserta perabotan di dalamnya. Semuanya hangus tak bersisa,” lanjutnya.
Kapolsek Bantaran, AKP Agus Eko Widodo mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar pukul 10.00.
Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya memadamkan api dengat peralatan seadanya.
“Warga juga segera mengabari korban dan diminta pulang. Namun, api telanjur membesar saat itu. Seluruh rumah dan kandang terbakar. Termasuk sapi tidak bisa diselamatkan,” lanjutnya.
Tidak hanya menghanguskan rumah seisinya dan dua ekor sapi. Api juga membakar uang tunai korban sekitar Rp 1,5 juta yang disimpan di rumah.
Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas. Kandang kambing milik korban yang ada di sekitar lokasi tidak ikut terbakar.
“Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 56,5 juta. Yaitu dua ekor sapi senilai sekitar Rp 40 juta, bangunan rumah beserta perabotan sekitar Rp 15 juta, dan uang tunai Rp 1,5 juta,” tuturnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi