PROBOLINGGO, Radar Bromo- SPAM Tancak memanfaatkan air dari Kali Tancak, Kecamatan Tiris. Dari mata air, air dipompa masuk ke Ground Tancak menggunakan satu pompa menuju dua ground lain di atasnya. Aliran juga terbagi ke sambungan pipa gravitasi yang langsung menuju warga.
Sebelum menuju warga, air ditampung di Ground Gading untuk melayani wilayah Banyuanyar dan Gununggeni; Ground Bangsal untuk wilayah Condong; dan Ground Tegalwatu untuk melayani wilayah Tegalwatu. Total sebanyak 5.000 sambungan rumah (SR) yang terlayani melalui pipa gravitasi ini.
Sebagian air dipompa naik lagi menuju Ground Longge`en dan Ground Tengkora. Prosesnya dibantu tiga unit pompa. Jaringan yang menggunakan sistem pompa ini melayani sekitar 1.000 SR, terutama di Desa Ranuagung, Desa Segaran, dan Desa Jangkang.
“Yang bermasalah ini motor dari salah satu pompa di sini. Pompa yang khusus menuju ke Tiris, sehingga dampaknya memang hanya ke wilayah Tiris saat ini sementara lainnya masih normal,” ujar Plt Kabag Teknik Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Rizky Angga.
Kasi Perencanaan Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Bima Rasia mengatakan, permasalahan pada pelayanan SPAM Tancak dipengaruh sejumlah faktor. Baik faktor teknis maupun faktor alam.
Mulai dari pipa gravitasi yang dinilai kurang sesuai dari lokasi perletakannya, cara pemasangannya, dan keamanannya. Pipa HDPE dengan diameter 20 inch untuk jaringan gravitasi tersebut berada di tebing yang rawan longsor ketika musim hujan. Sebagian pipa ditanam, namun sebagian lainnya ada di atas tanah. Hal ini membuat pipa rawan terdampak longsor.
“Kami sempat memperdalam lokasi perletakan pipa antara 4 sampai 5 meter ketika masa uji coba lalu. Ini dilakukan untuk menjaga elevasi air agar alirannya lebih lancar,” katanya.
Sambungan pada pipa juga sering terlepas, terutama ketika diterjang longsor atau terpengaruh faktor alam lainnya. Sehingga, tak jarang pula Perumdam Tirta Argapura melakukan perbaikan dengan cara memanaskannya dan menyambung ulang.
“Sementara untuk barang-barang yang berkaitan dengan aliran listrik seperti pompa, ini terkadang bermasalah karena voltase di daerah tersebut kerap naik turun. Akhirnya berpengaruh,” katanya.
Di beberapa daerah Kecamatan Tiris juga ada yang posisinya berada lebih tinggi dibandingkan ground milik Perumdam Tirta Argapura, sehingga air sulit mengalir ke lokasi tersebut. Seperti Desa Darungan. “Ada juga daerah yang menyeberang sungai, sehingga kami harus mengalirkan air melalui pipa PVC berikuran 1 inch kesana,” tuturnya.
Kendala-kendala semacam ini, menurut Bima, telah disampaikan kepada para pelanggan sebelum melakukan pemasangan baru. Termasuk jam pelayanan yang terkadang tak bisa penuh selama 7/24 jam.
“Mungkin ada yang seminggu beberapa hari. Itu juga sudah kami sampaikan ke pelanggan. Sehingga biasanya ketika air hidup, mereka siap-siap menampung air di tandon,” terangnya.
Bima mengatakan, karena kondisi ini pihaknya juga rutin melakukan pemantauan dan perawatan. Mulai dari melakukan penyisiran jalur pipa gravitasi secara berkala untuk mendeteksi adanya kerusakan ataupun potensi longsor.
“Jika ada yang rusak, kami perbaiki dan kami berikan penguat. Biasanya ini kami lakukan dua minggu sekali. Termasuk melakukan pemantauan ataupun perbaikan pada pompa jika terjadi masalah,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga