SPAM Tancak Probolinggo Sering Bermasalah, Bertahun-Tahun Mangkrak, Beroperasi, Sering Mampet

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:09 WIB
PERBAIKAN: Tim Teknis Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo memperbaiki motor salah satu pompa bermasalah di SPAM Kali Tancak, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. (PERUMDAM TIRTA ARGAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
PERBAIKAN: Tim Teknis Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo memperbaiki motor salah satu pompa bermasalah di SPAM Kali Tancak, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. (PERUMDAM TIRTA ARGAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

 PROBOLINGGO, Radar Bromo- Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Tancak yang memanfaatkan mata air di Kali Tancak, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, tak pernah sepi dari kendala. Proyek dengan anggaran puluhan miliar rupiah ini juga belum mampu mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo. Malah, lebih sering bermasalah.

SPAM Kali Tancak dikelola oleh Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo. Proyek ini digarap dengan anggaran Rp 30 miliar dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum (PU) RI pada 2016. Pada pertengahan 2017, dinyatakan selesai dan siap diuji coba. Ternyata, uji coba menjumpai sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki dan membuat SPAM ini sempat mangkrak.

Setelah lama mangkrak, SPAM Tancak kembali diperbaiki pada 2024. Anggarannya disiapkan sekitar Rp 15 miliar dari APBN Kementrian PU RI. Kementerian siap menuntaskan pembangunan atau perbaikan hingga dapat difungsikan. Akhirnya, SPAM dengan sistem gravitasi ini mulai beroperasi pada awal 2025.

Sejauh ini sejumlah permasalahan di lapangan kerap dijumpai hingga kini. Terakhir, Rabu (16/9) lalu, aliran air ke sejumlah daerah layanan mati, karena pemasalahan pada bagian motor pompa. Sebelum itu juga ada beberapa kali trouble.

Pipa HDPE gravitasi SPAM pernah bocor saat masa uji coba pada Maret 2025. Juga prenah terputus akibat gempa bumi pada Agustus 2025. April 2026 lalu, pipa SPAM pecah yang mengakibatkan 5.000 sambungan rumah (SR) terdampak.

Rabu (16/9) hingga Kamis (1/10), aliran air bersih ke Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, terhenti. Kamis (1/10) malam, air kembali mengalir. “Kamis (1/10), bagian barat sudah hidup (mengalir). Jumat (2/10), insyaallah bagian timur juga hidup,” ujar Kepala Dusun Curah Pakis, Desa Jangkang, Ali Wafa.

Selama aliran Perumdam terhenti, warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan minum dan memasak, pasokan air didapatkan dari distribusi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Sementara, untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga memanfaatkan aliran sungai di perbatasan Desa Wedusan, Kecamatan Tiris.

Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat. Sebab, meski air kembali mengalir, distribusinya belum selalu berlangsung normal. “Walaupun menyala, kadang tidak maksimal. Seminggu hanya beberapa hari saja,” ujar Ali.

Gangguan serupa juga berdampak pada fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas Tiris sempat mengalami penghentian aliran air selama sekitar 10 hari sejak Senin (21/9). “Kamis (1/10), aliran sudah mengalir normal,” kata Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan.

Agus menjelaskan, selama pasokan air tidak mengalir, kebutuhan Puskesmas dipenuhi melalui bantuan mobil tangki. Suplai tersebut berasal dari Perumdam Tirta Argapura dan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Plt Kabag Teknik Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Rizky Angga, membenarkan adanya gangguan tersebut. Penyebabnya, ada masalah dari motor salah satu pompa berkapasitas 45 kilowatt (kW) di SPAM Tancak.

“Panel kami mengindikasikan adanya panas pada pompa. Kami langsung melakukan pengecekan saat itu. Semula kami kira pompanya yang bermasalah, tapi setelah dicek lebih detail lagi yang bermasalah adalah motornya. Saat ini sudah kami ganti sehingga layanan kembali normal,” terangnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
spam tancak kendala tiris probolinggo