Setiap CJH di Kota Probolinggo Harus Siapkan Rp 577 Ribu untuk Periksaan Kesehatan

Arif Mashudi • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:01 WIB
DIPERIKSA: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan kesehatan, Sabtu (3/10). (ISTIMEWA)
DIPERIKSA: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan kesehatan, Sabtu (3/10). (ISTIMEWA)

 KANIGARAN, Radar Bromo- Sejumlah 200 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Probolinggo yang masuk daftar berangkat haji tahun depan mulai memasuki tahap pemeriksaan kesehatan. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan tahap pertama di Puskesmas hingga Rumah Sakit. Tidak gratis. Mereka harus menyiapkan biaya pemeriksaan sekitar Rp 577.000.

Pemeriksaan dilakukan di masing-masing Puskesmas sesuai tempat tinggal atau identitas CJH. Sejumlah Puksesmas sudah mulai melayani pemeriksaan kesehatan CJH. Biaya yang harus dibayarkan CJH itu sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Dinkes-P2KB Kota Probolinggo tentang Penetapan Biaya Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Haji Kota Probolinggo tahun keberangkatan 1448 H /2027 M.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, CJH yang berhak menjalani pemeriksaan kesehatan adalah mereka yang masuk daftar berangkat tahun depan. “Data hasil pemeriksaan kesehatan tersebut digunakan sebagai acuan memasukkan dalam Siskohaj untuk memastikan jemaah tersebut istithaah atau tidak,” ujarnya, Sabtu (3/10).

Terpisah, Kepala Dinkes-P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan setiap CJH itu digunakan untuk pemeriksaan di Puskesmas, laboratorium, hingga rumah sakit. Di Puskesmas biayanya Rp 167.000, di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Rp 205.000 dan di RSUD dr. Mohamad Saleh serta RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo Rp 205.000, sehingga total Rp 577.000.

“Pemeriksaan kesehatan rujukan yang pelaksanaannya di rumah sakit bagi jamaah haji yang memiliki risiko tinggi kesehatan dengan biaya sesuai tarif umum rumah sakit atau pembiayaan jaminan kesehatan BPJS. Khusus bagi jemaah haji yang kontrol rutin,” terangnya.

Intan menerangkan, pemeriksaan kesehatan tidak semuanya gratis. Ada pemeriksaan Kesehatan yang harus dijalani CJH dan tidak dicover BPJS Kesehatan ataupun cek kesehatan gratis (CKG). Namun, nilai biaya yang harus dibayarkan CJH untuk pepermiksaan kesehatan tahun ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Intan mengatakan, pemeriksaan kesehatan jemaah tahun ini diintegrasikan dengan CKG. “Tidak semua gratis. Pemeriksaan point-point yang masuk CKG sudah pasti gratis. Malah tahun-tahun yang lalu semua bayar dan biaya lebih besar,” jelasnya.

Diketahui, awanya Kota Probolinggo mendapatkan kuta 204 CJH untuk berangkat tahun depan. Namun, ternyata ada 12 orang memilih menunda keberangkatannya. Kemudian, mendapatkan tambahan kuota 12 CJH. Tetapi, sejauh ini masih ada empat CJH yang belum bisa diverifikasi. Keberadaannya tidak diketahui. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
calon jemaah haji kesehatan cjh probolinggo