PROBOLINGGO, Radar Bromo- Beredar informasi soal masa tunggu atau antrean calon jemaah haji (CJH) berkurang 14 tahun. Namun di Kota Probolinggo, dengan tingginya masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan porsi haji, masa tunggu berangkat masih mencapai 26 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, masyarakat yang mendaftar haji regular tentu tidak bisa langsung berangkat. Mereka harus menunggu keberangkatan sesuai daftar tunggu.
Untuk Kota Probolinggo, antrean bagi warga yang daftar porsi haji saat ini masa tunggu secara system sekitar 26 tahun. Tetapi, secara faktual CJH yang berangkat haji tahun depan masa tunggunya hanya 14 tahun. “Karena yang mendaftar haji tahun 2013, akan berangkat tahun depan,” katanya, Rabu (30/9).
Didik mengaku tidak tahu pasti jumlah CJH asal Kota Probolinggo yang sudah miliki porsi atau masuk antrean. Alasannya, pendaftaran langsung tersistem secara nasional melalui aplikasi System Kuota Haji Terpadu (Siskohat). Kota Probolinggo, masuk kluster B dengan jumlah CJH yang sedang antre lebih dari 5.000 orang.
Di Kota Probolinggo, antusiasme masyarakat untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini begitu tinggi. Terbukti, setiap harinya rata-rata ada sekitar 5 sampai 12 orang yang mendaftar. Dalam sebulan diperkirakan bisa 100 lebih orang yang mendaftar.
“Pendaftar haji setiap harinya fluaktif. Sehari ada 5 sampai 12 orang yang mendaftar, jumlah itu tinggi. Estimasi masa tunggu yang mendaftar haji tahun ini berkisar 26 tahun tahun secara sistem,” jelas Didik. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga