Masuk Puncak Hari Jadi Kota Probolinggo, Pergerakan Ekonomi Menurun Separo

Arif Mashudi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:09 WIB
LIHAT LANGSUNG: Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengujungi stan UMKM dalam acara Penutupan Puncak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Minggu (27/9) malam. (DISKOMINFO KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
LIHAT LANGSUNG: Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengujungi stan UMKM dalam acara Penutupan Puncak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Minggu (27/9) malam. (DISKOMINFO KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo - Pergerakan ekonomi selama Ceremony Probolinggo Bersolek Exhibition 2026, menurun.

Pemkot mencatat pergerakan ekonomi selama Puncak Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, sepekan lebih hanya berkisar Rp 1,5 miliar. Lebih rendah dibanding Semipro 2026.

Kepala Baperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, rangkaian peringatan hari jadi merupakan agenda resmi Pemkot Probolinggo yang dilaksanakan setiap tahun.

Berdasarkan evaluasi panitia, rangkaian kegiatan turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi yang diperkirakan mendekati Rp 1,5 miliar. 

Namun angka pergerakan ekonomi tersebut menurun dibandingkan pelaksanaan Semipro 2026 yang hampir mencapai Rp 3 miliar.

Sejumlah faktor menjadi penyebabnya. Mulai dari waktunya bersamaan dengan sejumlah kegiatan serupa di beberapa kabupaten/kota sekitar.

“Tapi Alhamdulillah animo masyarakat sebenarnya juga luar biasa. Hanya saja pergerakan ekonomi memang mengalami penurunan,” ujar pria yang juga ketua Panitia Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo ini.

Beragam kegiatan digelar demi memeriahkan Penutupan Hari Jadi Kota Probolinggo di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Minggu (27/9) malam.

Di antaranya, ada pertunjukan tari kolaborasi lintas komunitas yang memadukan seni cosplay dan silat. Pelepasan festival balon 667 dan hiburan musik. 

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengatakan, Peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat seluruh elemen untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Kota Probolinggo terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan daya saing. Terutama dalam perkembangan zaman, kemajuan teknologi, serta dinamika global yang semakin kompleks,” katanya.

Ia memastikan, Pemkot berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

Serta, memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal. 

“Tentu itu semua tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan satu dengan yang lain, seluruh elemen, tentunya masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Ceremony Probolinggo Bersolek pemkot ekonomi