Cegah Penyimpangan Program Strategis, Inspektorat Kota Probolinggo Luncurkan Inovasi SIAGA KKMP

Hana Susanti • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 23:08 WIB
INOVASI: Puji Prastowo, S.E. Inspektur pada Inspektorat Kota Probolinggo mempresentasikan dan menyosialisasikan inovasi SIAGA KKMP pada perangkat daerah terkait.
INOVASI: Puji Prastowo, S.E. Inspektur pada Inspektorat Kota Probolinggo mempresentasikan dan menyosialisasikan inovasi SIAGA KKMP pada perangkat daerah terkait.

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Pengawasan terhadap Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Probolinggo didorong untuk tidak lagi menunggu masalah muncul.

Inspektorat Kota Probolinggo pun menyiapkan inovasi SIAGA KKMP sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi risiko dan penyimpangan sejak awal.

Inovasi tersebut digagas Puji Prastowo, S.E. Inspektur pada Inspektorat Kota Probolinggo, yang sekaligus peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI bersama Tim Efektif.

SIAGA KKMP merupakan akronim dari Sistem Informasi dan Analisis Gejala Awal Koperasi Kelurahan Merah Putih. Inovasi ini dikembangkan melalui proyek perubahan bertajuk,‘Pengembangan Model Pembinaan dan Pengawasan Terintegrasi Berbasis Risiko pada Koperasi Kelurahan Merah Putih melalui SIAGA KKMP.’

Gagasan tersebut muncul seiring besarnya peran dan sumber daya yang dikelola KKMP. Program KKMP sendiri merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi di tingkat kelurahan, serta mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

“Besarnya peran dan sumber daya tersebut membuat tata kelola, pengendalian, serta pengawasan KKMP menjadi semakin penting. Terlebih, pelaksanaannya melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” terang Puji.

Karena itu menurutnya, diperlukan pola pembinaan dan pengawasan yang terintegrasi. Sehingga, informasi mengenai kelembagaan, perkembangan usaha, administrasi, hasil pembinaan, hingga potensi permasalahan dapat dipantau secara utuh.

Suasana penyampaian inovasi dari Inspektorat.
Suasana penyampaian inovasi dari Inspektorat.

 

“Melalui SIAGA KKMP inilah, proses identifikasi risiko, pemetaan, pemantauan, deteksi dini, tindak lanjut, hingga pelaporan akan dihubungkan dalam satu kerangka kerja yang sistematis,” lanjutnya.

Konsep tersebut sekaligus mengubah paradigma pengawasan. Dari yang sebelumnya bersifat reaktif atau menunggu munculnya persoalan, menjadi preventif, prediktif, kolaboratif, dan terintegrasi.

Dalam skema ini, Inspektorat Kota Probolinggo tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah teknis. Inspektorat ditempatkan sebagai risk integrator. Sedangkan masing-masing perangkat daerah tetap menjadi risk owner sesuai bidang tugasnya.

Inspektorat nantinya mengonsolidasikan informasi risiko dari berbagai perangkat daerah untuk menyusun profil risiko koperasi, menyediakan dashboard informasi, serta menghasilkan Early Warning Report (EWR). EWR ini nantinya jadi bahan masukan strategis bagi pimpinan daerah.

Perubahan pola pengawasan itu mencakup tiga hal utama. Pertama, dari reaktif menjadi preventif dan prediktif. Sehingga potensi risiko dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi penyimpangan.

Kedua, dari sistem yang terpisah-pisah menjadi terintegrasi. Caranya, menyatukan data kelembagaan, administrasi, dan hasil pembinaan lintas perangkat daerah dalam satu sistem informasi.

Ketiga, dari kepatuhan yang bersifat formalistis menjadi pengawasan berbasis risiko. Yaitu dengan memprioritaskan area yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Untuk memastikan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek perubahan, Project Leader bersama Tim Efektif saat ini menyusun landasan hukum melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Probolinggo.

Puji berharap, ke depan SIAGA KKMP diharapkan menjadi fondasi pengawasan yang melibatkan sejumlah pihak terkait. Mulai Pemerintah Kota Probolinggo, perangkat daerah, pengurus koperasi, kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat.

“Sebab, keberhasilan KKMP tidak hanya dilihat dari besarnya usaha yang berkembang. Tata kelola dan seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan program tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Wali kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, SP.OG.(K)., M.Kes. berharap, model SIAGA KKMP dapat terintegrasi secara langsung ke dalam Dashboard Pimpinan. Sehingga, dapat mewujudkan tata kelola KKMP yang transparan, akuntabel, dan responsif.

“SIAGA KKMP hadir sebagai early warning system yang mengintegrasikan data dan indikator risiko, sehingga pembinaan, pengawasan, dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” katanya.

Wali Kota berharap, SIAGA KKMP terus berkembang, memperkuat transformasi digital, dan menghadirkan pemerintahan yang semakin adaptif, inovatif, dan melayani masyarakat. (*/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
inovasi Kota Probolinggo inspektorat early warning system