Muncul Potensi Cuaca Buruk, Nelayan Probolinggo Diminta Waspada

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 14:56 WIB
WASPADA: Anggota Pos AL Paiton mengimbau sejumlah nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai, Paiton, Kabupaten Probolinggo. (POS AL PAITON FOR JAWA POS RADAR BROMO)
WASPADA: Anggota Pos AL Paiton mengimbau sejumlah nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai, Paiton, Kabupaten Probolinggo. (POS AL PAITON FOR JAWA POS RADAR BROMO)

PAITON, Radar Bromo- Potensi gelombang tinggi dan angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Jawa Timur. karena itu, Pos TNI AL (Posal) Paiton dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, langsung turun.

Mereka mengingatkan pemilik kapal, nelayan, serta nakhoda agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Kondisi ini berdasarkan imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Perak Surabaya untuk periode Kamis-Minggu (24-27/9).

Komandan Posal Paiton Kapten Laut (P) Jumadi mengatakan, pihaknya rutin menyampaikan imbauan kepada nelayan agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut. Jika kondisi perairan tidak kondusif, nelayan diminta menunda keberangkatan demi menghindari risiko kecelakaan.

“Utamakan keselamatan diri, anak buah kapal, dan keluarga di rumah. Kurangi aktivitas di laut saat hujan deras, angin kencang, dan petir,” katanya.

Jumadi juga meminta nelayan selalu memperbarui informasi cuaca sebelum berlayar. Pemantauan tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan, tetapi juga selama kegiatan pelayaran berlangsung.

“Pantau kondisi cuaca pelayaran, terutama dua jam sebelum melakukan keberangkatan dan selama melakukan kegiatan pelayaran,” ujarnya.

Selain memperhatikan perkembangan cuaca, nelayan diminta memastikan kondisi kapal dan seluruh perlengkapan keselamatan dalam keadaan baik sebelum meninggalkan pelabuhan. Perlengkapan seperti pelampung dan life jacket juga harus tersedia dan digunakan sesuai kebutuhan.

Bila terjadi perubahan atau peningkatan kondisi cuaca secara signifikan saat berada di laut, Jumadi meminta awak kapal segera menginformasikannya kepada Syahbandar terdekat dan kapal-kapal lain di sekitar.

“Periksa kondisi kapal, mesin, dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut,” pesannya.

Imbauan serupa disampaikan KSOP Kelas IV Probolinggo. Melalui surat imbauan keselamatan dan keamanan pelayaran, KSOP meminta seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kapal akibat perubahan kondisi cuaca.

Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa mengatakan, awak kapal perlu memanfaatkan perangkat navigasi untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca di sekitar jalur pelayaran. Khusus kapal pengangkut penumpang, kapasitas angkut juga harus diperhatikan.

“Gunakan perangkat navigasi kapal untuk mendeteksi perubahan kondisi cuaca di sekitar. Bagi kapal yang mengangkut penumpang, pastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas dan daftar manifest,” katanya. (gus/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
nelayan jawa timur gelombang tinggi angin kencang probolinggo