Jelang Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkot Probolinggo Siapkan Tiga Pekerjaan Fisik

Arif Mashudi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 14:53 WIB
DIBERSIHKAN: Sejumlah pekerja membersihkan akses menuju lahan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
DIBERSIHKAN: Sejumlah pekerja membersihkan akses menuju lahan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

WONOASIH, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen dapat direaliasikan tahun depan. Karena itu, tahun ini ada tiga pekerjaan infrastruktur sekaligus yang harus dirampungkan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, gedung permanen SR akan dibangun di eks UPT BBI Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. Lokasinya dinilai telah memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan Kementerian Sosial.

“Namun masih ada beberapa hal yang perlu kami siapkan. Salah satunya terkait akses menuju ke lokasi kawasan Sekolah Rakyat,” katanya, Sabtu (26/9).

Romlah menerangkan, Pemkot telah menyiapkan rencana penanganan jalan dan jembatan. Selain itu, ada juga sejumlah pekerjaan yang perlu disiapkan di kawasan calon SR. Di antaranya, penataan dan perataan elevasi tanah agar kawasan tersebut siap dibangun.

“Akses jalan akan dibenahi, jembatan akan diperkuat dan dilebarkan, kemudian akan ada pengaspalan. Di dalam lokasi Sekolah Rakyat, juga akan dilakukan penataan dan perataan ketinggian tanah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (Dinas PUPR-PKP) Kota Probolinggo Gofur Effendi mengaku, di lokasi SR permanen tahun ini akan melaksanakan beberapa kegiatan. Berupa pelebaran jembatan yang sekarang lebarnya hanya 3 meter akan diperluas lagi untuk akses kendaraan besar. 

“Rencana akan menggunakan box culvert, perkiraan pekan depan datang, dan lanjut action pembuatan dasar atau lantai kerja box culvert. Di sisi timur akan ada pelebaran jalan lapen yang lebarnya kisaran 1 meter sampai 1,2 meter,” terangnya.

Di Bidang Cipta Karya, kata Gofur, ada pekerjaan pengurukan lahan yang sudah ada pemenang tendernya. Bahkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ).

Kontrak memang belum dilakukan karena menunggu jaminan pelaksanaan. Diprediksi, pada 5 Oktober 2026, sudah berkontrak, dengan catatan penyedia telah menyerahkan jaminan pelaksanaan yang dimaksud.  

Lahan yang dimiliki Pemkot di lokasi tersebut seluas 5,2 hektarr. Namun, hanya 2 hektare yang akan dibangun SR tahap awal. Tapi, pembangunan sudah lengkap dengan gedung sekolah, asrama, serta sarana pendukung lainnya.

“Pelaksanaan dan anggaran pembangunannya dari Kementerian PU. Kami hanya men-support aksesnya. Untuk lahan insyaallah sudah clear,” terangnya. (mas/rud)

 

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
pemkot Sekolah Rakyat infrastruktur probolinggo