Kebakaran Dataran Tinggi Hyang Reda, Petugas Pantau Titik Api ke Arah Jember

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:36 WIB
MOPPING UP: Petugas BB KSDA Jawa Timur mencungkil tunggak-tunggak kayu untuk mencari bara tersembungi di kawasan SM Dataran Tinggi Hyang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (26/9).
MOPPING UP: Petugas BB KSDA Jawa Timur mencungkil tunggak-tunggak kayu untuk mencari bara tersembungi di kawasan SM Dataran Tinggi Hyang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (26/9).

 

KRUCIL, Radar Bromo-Kebakaran di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Hyang, Krucil, Kabupaten Probolinggo, berangsur padam. Namun, pemadaman dan pendinginan masih dilakukan. Sebab, titik api besar dideteksi mengarah ke wilayah Jember, Sabtu (26/9).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan mengatakan, saat ini tim gabungan masih mopping up atau penyisiran dan pemadaman bara yang masih tersisa di sekitar lokasi kebakaran.

Tim bergerak dari Pos Baderan, Kabupaten Situbondo pada Jumat (25/9) sore dan mencapai puncak Argopuro pada Sabtu (26/9) pagi.

“Tim kami melakukan mopping up di bawah puncak Rengganis di Desa Kalianan, Krucil, Kabupaten Probolinggo,” kata Nur.

Menurutnya, api di lokasi itu sudah tidak terlihat menyala. Namun, tim terus mopping up. Sebab, sejumlah kayu masih menyimpan bara yang berpotensi memicu kebakaran lagi.

Petugas pun memastikan bara pada kayu benar-benar padam dengan melakukan pemadaman menggunakan jet shooter. Area di sekitarnya juga dibersihkan dan dibuat sekat untuk memperkecil kemungkinan api kembali menjalar.

Baca Juga: Temukan Jejak Camp Pemburu, Dataran Tinggi Hyang Kembali Terbakar

“Kami juga melanjutkan pemantauan di sekitar jalur dan areal bekas kebakaran Aing Kenik di Desa Bermi, Krucil dan sudah tidak ditemukan titik api,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara BBKSDA Jawa Timur menurutnya, luas kawasan yang terdampak kebakaran di SM Dataran Tinggi Hyang sekitar 488 hektare.

Namun, penanganan kebakaran di kawasan pegunungan tidak berhenti ketika api di permukaan telah padam.

Sebab, material kayu berukuran besar dapat menyimpan panas dan bara dalam waktu cukup lama. Ditambah, kondisi kawasan yang kering dan berangin dapat meningkatkan risiko bara kembali menjadi sumber api.

Karena itu, saat ini tim fokus menyisir titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara serta memastikan tidak ada sumber api baru di sekitar kawasan yang telah terbakar.

Di sisi lain, tim yang berada di puncak Argopuro melaporkan adanya indikasi titik api cukup besar sedang mengarah ke wilayah Jember. Indikasi itu terpantau dari kawasan puncak dan diperkuat melalui pemantauan satelit.

“Pada Sabtu (26/9) dari puncak Argopuro, tim melaporkan telah melihat indikasi titik api besar ke arah Kabupaten Jember. Kami sedang berupaya memastikan kondisi dan lokasi titik api tersebut di lapangan,” tambahnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
bbksda Dataran Tinggi Hyang jember probolinggo krucil