Kandang Terbakar, Sapi Milik Warga Pakuniran-Probolinggo Terpanggang

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB
TERBAKAR: Perangkat Desa Kertonegoro bersama anggota Polsek dan Koramil Pakuniran di lokasi kebakaran kandang ternak milik Arimun, warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kamis (24/9). (PEMERINTAH KECAMATAN PAKUNIRAN FOR JAWA POS RADAR BROMO)
TERBAKAR: Perangkat Desa Kertonegoro bersama anggota Polsek dan Koramil Pakuniran di lokasi kebakaran kandang ternak milik Arimun, warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kamis (24/9). (PEMERINTAH KECAMATAN PAKUNIRAN FOR JAWA POS RADAR BROMO)

  PAKUNIRAN, Radar Bromo- Warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Arimun, 50, harus kehilangan seekor sapinya. Kamis (24/9), kandang tempat korban memelihara sejumlah sapi dilalap api. Nahas, seekor sapi mati terpanggang, dua ekor lainnya selamat.

Kepala Desa Kertonegoro Abd. Rahman mengatakan, kebakaran bermula ketika Arimun membakar kotoran ternak di sekitar kandang. Setelah menyalakan api, ia meninggalkan lokasi dan tertidur. Tak lama berselang, warga melihat kobaran api dari arah kandang. “Lalu kemudian warga melihat ada api dari kandang tersebut dan akhirnya membangunkan pemiliknya,” katanya.

Warga bergotong royong berusa memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka mengambil air menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api semakin membesar. Upaya tersebut akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api.

Namun, api terlanjur melalap seluruh bagian kandang yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dua ekor sapi berhasil keluar setelah tali kekang terbakar. Sementara, seekor sapi lainnya tidak sempat diselamatkan hingga akhirnya mati terpanggang.

Akibatnya, korban diperkirakan mengalami kerugian Rp 21 juta. Kerugian itu meliputi bangunan kandang sekitar Rp 4 juta dan seekor sapi yang mati senilai sekitar Rp 17 juta.

Beruntung, posisi kandang terpisah dari bangunan rumah, sehingga kobaran api tidak sampai merembet ke tempat tinggal korban. Setelah kejadian, dua sapi yang berhasil selamat kemudian langsung dijual.

“Untung kandangnya ini tidak tergabung dengan rumah, tapi terpisah. Kalau gabung, bisa-bisa rumahnya kena juga,” ujar Rahman. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
kertonegoro Pakuniran sapi Dilalap Api probolinggo