LECES, Radar Bromo – Pencarian keluarga terhadap Satep, 76, warga Kramatagung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berakhir duka.
Lansia yang sudah tiga hari tidak pulang itu ditemukan meninggal di sebuah tegalan di Dusun Pertanian, Desa Malasan Kulon, Leces, Jumat (25/9) pagi.
Satep diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (23/9) selepas subuh tanpa berpamitan. Selama dua hari, keluarga mencarinya ke sejumlah rumah kerabat.
Informasi kehilangan juga disebarkan melalui Facebook. Namun hingga Kamis (24/9), keberadaannya belum diketahui.
Kanit Reskrim Polsek Leces Aiptu Fajar Prajawanto mengatakan, jenazah Satep pertama kali ditemukan warga yang melintas di sekitar tegalan pada pukul 07.00.
Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup dengan mengenakan kaus cokelat dan celana abu-abu.
“Setelahnya, warga tersebut melapor ke perangkat desa dan diteruskan kepada kami,” ungkap Fajar.
Petugas Polsek Leces bersama Polres Probolinggo kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah.
Pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan Puskesmas Leces tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun tubuh korban telah mengalami pembusukan.
“Hanya saja, tubuh korban telah mengalami pembusukan. Diperkirakan korban meninggal lebih dari sehari,” katanya.
Penemuan jasad korban langsung diteruskan ke keluarga. Keluarga pun datang ke lokasi dan menerima kematian korban sebagai musibah. Mereka menolak otopsi dan langsung membawa jasad korban pulang untuk dimakamkan.
Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo membenarkan korban telah dicari sejak Rabu.
Menurutnya, sudah tiga kali korban pergi dari rumah tanpa pamit karena mengalami pikun. Namun keluarga selalu berhasil menemukannya dalam kondisi selamat.
“Sebelum kejadian ini, korban sudah tiga kali pergi dari rumah tanpa pamit karena mengalami pikun. Sebelum-sebelumnya sama, dicari oleh keluarga, tapi selalu ketemu,” ujarnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi