Cegah Makanan Mubazir, Wali Kota Probolinggo Ajak Warga Selamatkan Pangan

Evelyn Ridhayanti • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:33 WIB
KOMPAK: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari berfoto bersama seluruh undangan Edukasi Gerakan Selamatkan Pangan di Gedung Puri Manggala Bhakti.
KOMPAK: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari berfoto bersama seluruh undangan Edukasi Gerakan Selamatkan Pangan di Gedung Puri Manggala Bhakti.

 PEMKOT Probolinggo terus berupaya mencegah pemborosan pangan dan makanan terbuang sia-sia. Sebab, dapat berdampak terhadap perekonomian, lingkungan, dan krisis pangan. Karena itu, Kamis (24/9), Pemkot Probolinggo menggelar Edukasi Gerakan Selamatkan Pangan.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, ini digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo. Hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari dan Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan. Serta, para kepala perangkat daerah, camat, dan lurah di lingkunagn Pemkot Probolinggo. Ada juga para pelaku usaha kuliner, UMKM, SPPG, hingga TP PKK Kota kecamatan hingga kelurahan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran bersama dengan mengajak masyarakat mengelola makanan dengan bijak, mengurangi sampah makanan (food waste), dan menjaga lingkungan.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, gerakan ini penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak semua pihak yang berhubungan dengan pengolahan pangan agar memanfaatkan pangan secara bijak, atau yang disebut ekonomi sirkular.

“Semua lahan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan. Sisa makanan yang masih segar bisa dimanfaatkan lagi sebagai campuran bahan pakan ternak. Sementara yang sudah basi bisa dijadikan pupuk kompos atau untuk budidaya maggot,” ujarnya.

Untuk menambah wawasan, panitia menghadirkan tiga narasumber. Pertama, Purwinto Nugroho dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jawa Timur. Ia membahas Kebijakan Nasional Gerakan Selamatkan Pangan.

Kedua, Iva Fachmawati dari instansi yang sama dan menjelaskan tentang cara pengisian Aplikasi Stop Boros Pangan. Ketiga, Harieza Arnas Pirzada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, yang memaparkan cara budi daya maggot dari sampah makanan.

Melalui kegiatan ini, Pemkot berharap masyarakat Kota Probolinggo, bisa menjadi pelopor pola konsumsi yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (el/adv)

Editor : Fahreza Nuraga
makanan terbuang Edukasi Gerakan Selamatkan Pangan. probolinggo