KADEMANGAN, Radar Bromo- Persiapan Bahlil Mini Soccer U-17 Zona 9 Probolinggo-Pasuruan, terus digeber menjelang kick-off.
Kamis (24/9), panitia kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) di Kantor Jawa Pos Radar Bromo untuk memastikan seluruh kebutuhan pertandingan siap hingga hari pelaksanaan.
Salah satu fokus utama panitia adalah aspek perlindungan pemain. Sebanyak 240 peserta yang terdaftar dipastikan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti turnamen.
Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan Ainul Mashudi mengatakan, proses pendaftaran peserta dalam program perlindungan tersebut telah dilakukan sejak Rabu-Kamis (23-24/9).
Sejauh ini dipastikan seluruh peserta telah terdaftar. “Alhamdulillah 100 persen sudah terdaftar," katanya.
Menurutnya, perlindungan tersebut mencakup sejumlah risiko yang mungkin dialami pemain selama mengikuti pertandingan.
Besaran serta cakupan jaminan juga telah dikoordinasikan bersama BPJS Ketenagakerjaan.
“Seluruhnya sudah kami koordinasikan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Yang pasti ini semua sudah ter-cover untuk memberikan keamanan bagi seluruh atlet yang berlaga nantinya," ujar pria yang akrab disapa Pak Ting ini.
Selain memastikan perlindungan pemain, rakor internal juga menjadi ajang finalisasi teknis pertandingan.
Panitia mematangkan kesiapan venue, kebutuhan perlengkapan, hingga pembagian tugas masing-masing personel.
Pembagian job desk dinilai penting agar seluruh lini kepanitiaan dapat bergerak sesuai tugasnya dan tidak terjadi tumpang tindih saat pertandingan berlangsung.
Terlebih, panitia juga harus mengatur alur registrasi tim, pemain, hingga pergerakan supporter di area pertandingan. “Termasuk penanganan registrasi dan supporter agar tak terjadi crowded," katanya.
Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan dijadwalkan kick-off di Probolinggo Mini Soccer, Senin-Selasa (28-29/9).
Sebanyak 16 tim dari Kota-Kabupaten Probolinggo serta Kota-Kabupaten Pasuruan, siap bersaing memperebutkan hasil terbaik. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga