
PROGRAM Pemerintah Pusat untuk menggerakkan perekonomian desa diwujudkan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, KDMP dibangun di Dusun Bulak Dowo.
Keberadaan KDMP Desa Pamatan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Dukungan diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur penunjang, berupa pengurukan tanah dan dilanjutkan dengan pemasangan paving di halaman KDMP.
Pekerjaan tersebut telah dirampungkan sekitar bulan April hingga Mei lalu. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, halaman lokasi KDMP kini telah memiliki infrastruktur pendukung yang dapat menunjang aktivitas di lokasi tersebut.
Sekretaris Desa Pamatan Mohammad Faiz Zainul Hasan mengatakan, KDMP Desa Pamatan berdiri di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) di Dusun Bulak Dowo. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung keberadaannya menjadi salah satu kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa pada tahun 2026.
“Pembangunan infrastruktur tahun ini berupa pengurukan tanah untuk KDMP yang dilanjutkan dengan pemasangan paving di halaman KDMP Desa Pamatan,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur pendukung KDMP, Pemerintah Desa Pamatan juga mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Khususnya dari faktor tempat tinggal. Berupa rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Faiz menjelaskan, tahun ini ada satu unit rumah warga yang masuk program rehabilitasi RTLH. Lokasinya di Dusun Winong dan benar-benar membutuhkan perbaikan agar dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak dihuni.
“Rehab masih belum dilaksanakan karena yang bersangkutan masih menunggu hari baik untuk rehab rumahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan dan program yang dilaksanakan Pemerintah Pamatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur. Bantuan sosial juga disentuh melalui anggaran Dana Desa tahun ini bagi warga yang sesuai kriteria penerima bantuan.
“Pemerintah Desa Pamatan telah merampungkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) semester dua, untuk bulan Juli hingga Desember 2026,” katanya.
Faiz mengatakan, tahun ini ada tiga keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-DD dari Pemerintah Desa Pamatan. Penyalurannya menjadi bagian dari program pemerintah desa dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap masyarakat yang masuk dalam kriteria penerima bantuan,” katanya. (uno/rud/*)
Susun RKPDes Berdasarkan Kebutuhan-Kekuatan Anggaran
PEMERINTAH Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, telah menyusun sejumlah program kegiatan dan rencana pembangunan 2027. Rencana itu disusun berdasarkan Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 di Balai Desa Pamatan, Selasa (22/9).
Sekretaris Desa Pamatan Mohammad Faiz Zainul Hasan mengatakan, ada sejumlah program yang masuk dalam RKPDes Tahun Anggaran 2027. Di antaranya, penanganan stunting dan pembangunan infrastruktur jalan.
“Penanganan stunting akan diwujudkan dengan meningkatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta pemberian susu bagi ibu hamil,” katanya.
Pemdes Pamatan juga merencanakan pengaspalan jalan usaha tani di Dusun Bulak Dowo. Saat ini, kondisi jalan tersebut masih berupa jalan makadam.
“Rencananya jalan yang akan diaspal sekitar dua kilometer. Mulai dari Dusun Sumber Kutuk hingga Bulak Dowo. Jalan ini sangat dibutuhkan para petani,” jelasnya.
Akses ini memiliki peran penting bagi aktivitas pertanian warga. Mayoritas masyarakat di wilayah tersebut merupakan petani yang menanam berbagai komoditas, seperti jagung, kacang, padi, hingga tembakau.
“Jadi ini sangat penting dalam mendukung akses pertanian. Dengan harapan hasilnya bisa maksimal dan biaya produksi bisa ditekan lagi,” ujar Faiz.
Program lainnya yang dicanangkan dalam RKPDes 2027 ada pengaspalan jalan desa di Dusun Winong. Kini, kondisi jalan rusak parah. Kerusakan jalan akses menuju Dusun Mendek, ini kerap dikeluhkan warga.
“Pembangunan jalan di Desa Pamatan memang urgen, karena hingga saat ini kondisi jalan di sini banyak yang rusak dan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk rencana pembangunan tahun 207 memang banyak menyentuh pembangunan jalan,” ujarnya.
Kepala Desa Pamatan Eni mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya didasarkan pada kebutuhan masyarakat. “Kenapa banyak pembangunan infrastruktur jalan, karena selain jalannya banyak yang rusak dan membutuhkan perbaikan, ini juga menjadi visi dan misi saya. Semoga bisa terlaksana dengan baik. Karena sekarang kami mengalami kendala anggaran,” jelasnya.
Sejauh ini, kata Eni, masih banyak jalan di Desa Pamatan yang perlu diberiaki. Namun pelaksanaannya harus disesuaikan kemampuan anggaran. “Tentu nanti kalau ada sisa anggaran, akan kami arahkan untuk perbaikan jalan,” katanya.
Mayoritas warga Desa Pamatan, bekerja sebagai petani dan peternak sapi. Karena itu, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian, peternakan, serta mobilitas masyarakat.
“Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran ini kami sesuaikan kebutuhan atau pembangunan yang urgen. Juga kami sesuaikan kemampuan anggaran dari dana desa. Seperti diketahui, tahun ini besaran dana desa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Musdes Penetapan RKPDes Pamatan Tahun Anggaran 2027 turut dihadiri pemerintah Kecamatan Tongas, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Perangkat Desa Pamatan. (uno/rud/*)
Maksimalkan Layanan Kesehatan melalui Posyandu
PEMERINTAH Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Kegiatan Posyandu di Desa Pamatan, terbagi dalam enam pos pelayanan. Pelayanannya mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja, hingga masyarakat lanjut usia (lansia).
Ketua TP PKK Desa Pamatan Siti Rokayah mengatakan, keberadaan Posyandu menjadi salah satu upaya Pemdes Pamatan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di tingkat desa. “Posyandu dilaksanakan rutin setiap bulan, mulai dari Posyandu bayi, balita, ibu hamil, remaja, hingga Posyandu lansia,” katanya.
Pelayanan tidak hanya berupa pemeriksaan dan pemantauan kesehatan. Tetapi juga terdapat kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi. “Untuk balita, Posyandu juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” ujarnya.
Pelaksanaan Posyandu juga didukung oleh para kader yang selama ini aktif membantu pelayanan kepada masyarakat. Tercatat ada 32 kader Posyandu dan dua kader Integrasi Layanan Primer (ILP). Selain itu, terdapat 22 kader PKK yang turut mendukung kegiatan di Desa Pamatan.
Siti menjelaskan, agar lebih maksimal dan mudah dijangkau, kegiatan posyandu dilaksanakan di masing-masing pos yang sudah ditentukan dalam setiap bulannya. “Tempatnya ada yang di Balai Desa, rumah warga, dan rumah kader. Ini juga untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. (uno/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga