KANIGARAN, Radar Bromo – Ancaman ceceran solar di jalanan Kota Probolinggo, belum juga berakhir. Selasa (22/9) sore, seorang pemotor terjatuh setelah melintasi ceceran solar di Simpang Tiga antara Jalan Pahlawan-Jalan HOS Cokroaminto, Kota Probolinggo.
“Saat kami tiba di lokasi, korban yang tergelincir sudah tidak ada. Kemungkinan sudah melanjutkan perjalanan,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo.
Proses pembersihan ceceran solar rampung sekitar pukul 15.38. Tri mengatakan, sering adanya ceceran solar membuat masyarakat resah. Sebagian mereka menjadi mudah takut ketika melihat jalan basah.
“Jalan basah dikiranya solar, padahal kadang air. Jadi masyarakat sekarang seolah waswas karena memang peristiwa ceceran solar hampir tiap hari terjadi,” ungkapnya.
Ia berharap ada upaya meminimalisasi terjadinya ceceran solar dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kalau untuk penanganan tumpahan solarnya, kami bisa membantu. Tapi kalau terkait upaya pencegahannya, kami berharap adanya upaya dari OPD terkait lainnya,” ujar Tri.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Muhammad Dahroji mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap sistem tutup tangki setiap kendaraan. Terutama ketika ada kendaraan melakukan uji kir. “Jika demikian (penutup tidak standar atau tidak layak), biasanya kami minta untuk ganti atau perbaiki,” katanya.
Kepala Dishub Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono mengatakan, pengawasan dilakukan melalui CCTV di sejumlah persimpangan jalan di Kota Probolinggo.
“Meski memang jangkauannya terbatas, tapi insyallah tahun ini akan ada tambahan titik CCTV. Semoga dengan tambahan ini, pengawasan di ruas jalan kota makin baik,” harapnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga