Usai Jadi Juri, Ketua LPTQ Kota Probolinggo Tutup Usia

Arif Mashudi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:34 WIB
SALAT JENAZAH: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengimami salat jenazah Almarhum KH. Abdul Aziz Rahmatullah. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)
SALAT JENAZAH: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengimami salat jenazah Almarhum KH. Abdul Aziz Rahmatullah. (ARIF MASHUDI/JAWA POS RADAR BROMO)

 KEDOPOK, Radar Bromo- Keluarga besar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Probolinggo berduka. Senin malam (21/9), Ketua LPTQ Kota Probolinggo KH. Abdul Aziz Rahmatullah meninggal dunia.

Jenazah almarhum yang juga ketua Takmir Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo dan Pengasuh Ponpes Assanusiyah Kareng Lor, Kota Probolinggo, itu dimakamkan di pemakaman keluarga, Selasa (22/9).

Nyai Khoirotul Uztadziyah, istri almarhum menceritakan, sebelumnya almarhum tidak mengeluhkan sakit ataupun menderita penyakit. Hanya saja, dalam beberapa hari terakhir banyak kegiatan. Terakhir penjurian MTQ tingkat nasional di Semarang.

Sepulang dari Semarang, saat magrib langsung ke kamar mandi untuk berwudu dan salat Magrib. “Selesai salat Magrib, Abi (almarhum) langsung tak suruh istirahat. Karena Abi lagi capek,” ujarnya menceritakan saat Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bertakziah.

Sesudah isya, Khoirotul bangunkan almarhum karena tukang pijatnya sudah datang. Sekitar 3 menit kemudian, almarhum pamit ke kamar mandi. Lalu datang seorang tamu dan disampaikan jika almarhum masih di kamar mandi.

“Saya ngobrol dengan tukang pijat dan tamu. Karena ditunggu agak lama, akhirnya saya datangi ke belakang. Ternyata di kamar mandi ruang belakang tidak ada. Saya periksa di kamar, ternyata abi sudah tertidur di kamar,” terangnya.

Khoirotul mencoba membangunkannya. Ternyata, Kiai Aziz sudah tidak merespons. Ia tidak lagi bergerak dan bagian lehernya hangat. Ia pun segera membawanya ke RSUD Ar-Rozi Kota Probolinggo. Sekitar 3 menit diperiksa oleh tenaga kesehatan rumah sakit, dipastikan Kiai Aziz meninggal dunia.

“Ketika di rumah sakit diperiksa semua oleh petugas, tapi ternyata sudah meninggal. Saya juga sempat minta berbagai upaya tapi sudah meninggal,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, Kota Probolinggo kehilangan seorang ulama. Menurutnya, almarhum merupakan kiai karismatik. Ia mengaku kehilangan.

Saya cukup kaget mendapatkan kabar ini, karena beliau yang me-manage pelaksanaan MTQ. Beliau juga ketua takmir Masjid Agung yang sudah merancang suatu masjid emas. Banyak nasihat dan petuah-petuah beliau, tentu saya merasa sangat kehilangan,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran LPTQ Probolinggo berduka