Lansia yang Terbakar di Ladang Tebu Liprak Wetan Probolinggo Dimakamkan, Keluarga Anggap Musibah

Achmad Arianto • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:19 WIB

KELUARGA ANGGAP MUSIBAH: Petugas saat melakukan olah TKP lansia terbakar saat bakar sampah di ladang tebu Liprak Wetan, Banyuanyar, Probolinggo.

KELUARGA ANGGAP MUSIBAH: Petugas saat melakukan olah TKP lansia terbakar saat bakar sampah di ladang tebu Liprak Wetan, Banyuanyar, Probolinggo.

 

BANYUANYAR, Radar Bromo – Jenazah Zainudin, 65, warga Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, yang ditemukan hangus terbakar, langsung dimakamkan keluarga, Sabtu (19/9).

Korban diduga terbakar hingga meninggal saat membakar sampah sisa panen di ladang tebu.

Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman atas insiden itu. Sebab, keterangan awal yang dihimpun belum cukup kuat untuk menyimpulkan kejadian tersebut.

Kepala Desa Liprak Wetan Nurhayati mengatakan, korban sehari-hari adalah petani. Ia biasa menanam tebu di ladang garapannya.

Selama hidupnya, korban tidak memiliki riwayat sakit keras yang membahayakan nyawanya maupun masalah dengan orang lain.

“Kalau riwayat sakit tidak ada. Hanya saja usianya memang sudah sepuh,” katanya, Minggu (20/9).

Keluarga sendiri menganggap kejadian itu sebagai musibah. Karena itu, keluarga langsung memakamkan jazad korban.

Awalnya pada Sabtu siang, keluarga mendapat kabar bahwa korban ditemukan tewas terbakar. Saat itu juga, keluarga mengevakuasi jasad korban.

Saat petugas kepolisian datang, keluarga menolak korban diotopsi. Jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka.

Lalu hari itu juga sekitar pukul 17.00 atau beberapa jam setelah ditemukan, jenazah korban dimakamkan.

“Saat takziah dan bertemu keluarga, mereka menganggap kejadian tersebut adalah musibah. Karena itu jenazah langsung dimakamkan saat itu juga,” tuturnya.

Sebelum ditemukan meninggal dalam kondisi gosong, korban yang merupakan warga Dusun Krajan pergi ke ladang tebu di Dusun Paoan, Desa Dawuhan bersama seorang rekannya. Saat itu pukul 10.00.

Keduanya kemudian membakar sampah tebu sisa panen di ladang. Setelah membakar tebu, rekannya meninggalkan korban karena korban sudah biasa membakar sampah sisa panen tebu. Saat itu, korban menjaga ladang tebu yang dibakar tersebut.

Sekitar pukul 14.30, seorang warga yang hendak pergi ke sawah melihat sesosok mayat dalam kondisi gosong di dekat lahan tebu yang telah ludes terbakar.

Khawatir mayat tersebut merupakan korban tindak kriminal, warga itu kemudian menghubungi perangkat Desa Liprak Wetan.

Perangkat desa yang mendapat kabar langsung mendatangi lokasi dan mendapati seorang laki-laki meninggal dunia dalam kondisi hangus. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Banyuanyar.

Petugas melakukan penanganan awal untuk memastikan kondisi korban. Termasuk menghimpun informasi dan fakta terkait kejadian, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Banyuanyar AKP Siswandi mengatakan, hasil identifikasi awal menunjukkan korban adalah Zainudin.

Korban diduga terbakar ketika membakar lahan sisa tebang tebu. Namun keterangan awal yang dihimpun petugas masih minim sehingga polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman.

“Ada beberapa saksi yang kami minta keterangan. Belum dapat disimpulkan. Sejauh ini masih dilakukan pendalaman,” tandasnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
liprak wetan lansia terbakar banyuanyar bakar sampah probolinggo