Kemenag Kota Probolinggo Apresiasi Pemberi Kritik, Komitmen Keterbukaan dan Akuntabilitas

Evelyn Ridhayanti • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 18:46 WIB

APRESIASI: Kepala Kantor Kemenag Didik Kurniawan menyerahkan piagam penghargaan kepada Abdul Mannan atas feedback yang diberikan atas layanan Kemenag, Kamis (17/9).

APRESIASI: Kepala Kantor Kemenag Didik Kurniawan menyerahkan piagam penghargaan kepada Abdul Mannan atas feedback yang diberikan atas layanan Kemenag, Kamis (17/9).

 TIDAK semua kritik berujung teguran. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo justru mengapresiasi warga yang menyampaikan kritik. Mereka diberi penghargaan. Inilah bukti komitmen keterbukaan dan akuntabilitas secara nyata.

Dalam apel pagi yang rutin dilakukan setiap tanggal 17, Kamis (17/9), Kemenag memberikan Piagam Penghargaan Kontribusi Pengembangan Layanan kepada Abdul Mannan. Ia merupakan warga yang aktif memberi masukan untuk perbaikan layanan.

Sebelumnya, Abdul Mannan mengurus perpanjangan/pendirian Izin Operasional (IJOP) Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) untuk Taman Pendidikan Alquran (TPQ) An-Nahdliyah Sabilul Muttaqin. Lokasinya di Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo.

Setelah layanan selesai, ia memberikan penilaian lewat Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di portal resmi Kemenag Kota Probolinggo di aplikasi Sistem Online Layanan Unggul Terintegrasi (SOLUSI).

Melalui inovasi layanan publik berbasis digital ini, masyarakat tak hanya bisa mengurus berbagai keperluan tanpa harus datang dan antre di kantor Kemenag Kota Probolinggo saja. Yang bikin hati tenang, pemohon juga bisa memantau perkembangan berkas permohonan secara real-time. Mulai dari proses verifikasi hingga selesai. Jadi transparan dan tidak ada lagi rasa waswas berkas nyangkut di mana.  

Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan menegaskan, apresiasi ini merupakan bukti bahwa kritik dari masyarakat sangat berharga. Ia memastikan pihaknya tidak alergi kritikan.

“Kritik membangun dari masyarakat bukanlah sebuah ancaman. Justru dengan kritikan itu, kami jadikan bahan evaluasi terbaik sekaligus bahan bakar kami dalam mendorong perbaikan berkelanjutan di tubuh Kemenag Kota Probolinggo, untuk memperbaiki layanan yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

WORKSHOP: Kemenag Kota Probolinggo menggelar pelatihan peningkatan kompetensi, salah satunya Workshop Comunication Skill bagi para pegawainya, Sabtu (8/8).
WORKSHOP: Kemenag Kota Probolinggo menggelar pelatihan peningkatan kompetensi, salah satunya Workshop Comunication Skill bagi para pegawainya, Sabtu (8/8). 

Menurut Didik, birokrasi modern yang ramah, fleksibel, lebih adaptif, serta mengutamakan kecepatan dan kemudahan layanan adalah hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. “Terlebih, keterbukaan, dan kepercayaan publik adalah pilar utama untuk mewujudkan Zona Integritas melalui Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan pemerintahan/kementerian,” lanjutnya.

Sebagai upaya untuk memperkuat budaya birokrasi yang bersih dan berorientasi pada layanan prima, Kemenag Kota Probolinggo juga rutin melaksanakan pelatihan kompetensi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya, melalui pelatihan Excellent Service Front Office hingga Workshop Communication Skill bagi para pegawainya.

Dengan adanya prestasi ini, Kemenag berharap semakin banyak masyarakat yang berani menyampaikan masukan jujur. Demi terwujudnya pelayanan publik yang ramah, cepat, bebas dari praktik korupsi. (el/adv)

Editor : Fahreza Nuraga
apresiasi kementerian agama kemenag kritik probolinggo