Mata Air Menyusut, Desa Sumberkramat-Probolinggo Krisis Air Bersih

Inneke Agustin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 18:58 WIB
KEKERINGAN: TRC BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusian air bersih ke Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/9). (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
KEKERINGAN: TRC BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusian air bersih ke Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/9). (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

TONGAS, Radar Bromo- Krisis air bersih di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, masih bermunculan. Kali ini menimpa Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas. Mata air yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan warga menyusut hingga mengering. Warga pun kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, bergerak cepat. Mengirim bantuan air bersih ke Dusun Krajan dan Dusun Mendek Wetan, Desa Sumberkramat. Masing-masing mendapat pasokan 5.000 liter air bersih.

“Di dua titik tersebut ada sekitar 76 KK (kepala keluarga) yang terdampak kesulitan air bersih akibat kekeringan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.

Kedatangan armada BPBD langsung dimanfaatkan warga. Mereka berbondong-bondong membawa berbagai wadah air. Mulai dari bak, timba, hingga jeriken. Air kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Rois Romli mengatakan, kekeringan terjadi akibat kondisi cuaca selama kemarau yang menyebabkan debit mata air terus menyusut. Sebelumnya telah tersedia dua unit bor yang merupakan bantuan sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan ketersediaan air bersih. Satu titik bor berada di sisi selatan dan satu lainnya di sisi utara.

Namun, kedua fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. “Satu titik ada di sisi selatan dan satu lagi di sisi utara. Namun, keduanya belum dapat berfungsi dengan baik karena ada kendala. Ya, karena sumber mata airnya mengering itu tadi,” jelas Rois.

Selain persoalan sumber air, terdapat kendala teknis pada sistem distribusi. Rois menjelaskan, bor yang berada di sisi utara tidak dapat langsung mengalirkan air menuju wilayah selatan, karena kontur wilayah bagian selatan lebih tinggi. “Kalau ingin bisa naik, harus pakai tandon atas. Sehingga airnya bisa mengalir,” terangnya.

Kapolsek Tongas Iptu Komoro Seto mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan kondisi fasilitas bantuan tersebut di lapangan serta kebutuhan air bersih masyarakat. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kendala yang membuat pompa maupun jaringan distribusi air belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. (gus/rud)

 

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
. Mata air Tongas air bersih probolinggo