KANIGARAN, Radar Bromo- Dari 29 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Probolinggo, baru 18 unit yang pembangunannya rampung 100 persen. Selebihnya, 10 unit belum tuntas dan satu unit lagi belum dimulai.
Tim Gabungan Pemkot Probolinggo, mulai melakukan verifikasi dan validasi 13 KKMP yang telah rampung. KKMP yang belum rampung itu, di antaranya KKMP Kebonsari Wetan, KKMP Mangunharjo, KKMP Wiroborang, KKMP Tisnonigaran, KKMP Pilang, KKMP Ketapang, KKMP Kademangan, KKMP Triwung Lor, dan KKMP Kedungasem. Sedangkan, yang belum dimulai adalah KKMP Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, verifikasi dilakukan sesuai petunjuk Kementerian Koperasi RI. Pihaknya juga sudah menyerahkan seluruh data KKMP di Kota Probolinggo. Namun, sesuai surat dari Pemerintah Pusat, yang harus dilaukkan verval ada 13 KKMP.
“Kami lakukan verval sesuai arahan dari Kementerian. Kami cek list indikator sesuai di form dari Kementerian Koperasi,” katanya, Kamis (17/9).
KKMP Jrebeng Lor, belum dibangun karena masih terkendala dengan lahan. Sesuai aturan, lebar lahan minimal 23 meter minimal. “Ternyata di lokasi hanya ada luas 21 meter,” ujar Kabid Koperasi pada DKUP Kota, Yuda Hartanto.
Yuda menerangkan, pembangunan gerai dan gudang KKMP bukan wewenang pemkot. Pembangunan, pengerjaan, dan anggarannya semua langsung dari Pemerintah Pusat.
Soal verval 13 KKMP, Yuda menerangkan, dilakukan tidak detail seperti halnya audit. Pihaknya bersama tim hanya mengecek dan mencentang list gerai, gudang, dan sarana prasananya. “Tugasnya di daerah itu ada timnya, hanya cek list dan lihat kondisi bangunan, tidak detail mengaudit,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga