RS Dharma Husada Gandeng MUI-FKUB Kota Probolinggo, Siapkan Rohaniwan dan Pembimbing Spiritual

Inneke Agustin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:25 WIB

JALIN KERJA SAMA: Dirut PT Disa Prima Prima Endang Sadi (depan, kanan), Sekum MUI Kota Probolinggo M. Dawam Ihsan  (depan, dua dari kiri), Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri (depan, kiri), Direktur RSDH dr. Ifit Bagus Apriantono (depan, tiga dari dari kanan), Direktur PT Disa Prima Prima dr. Sefrina Trisadi (dua dari kanan) berpose menunjukkan MoU antara RSDH-MUI dan FKUB Kota Probolinggo.

JALIN KERJA SAMA: Dirut PT Disa Prima Prima Endang Sadi (depan, kanan), Sekum MUI Kota Probolinggo M. Dawam Ihsan (depan, dua dari kiri), Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri (depan, kiri), Direktur RSDH dr. Ifit Bagus Apriantono (depan, tiga dari dari kanan), Direktur PT Disa Prima Prima dr. Sefrina Trisadi (dua dari kanan) berpose menunjukkan MoU antara RSDH-MUI dan FKUB Kota Probolinggo.

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo–RS Dharma Husada (RSDH) Probolinggo terus meningkatkan layanan medisnya. Salah satunya dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo untuk menyiapkan rohaniwan dan pembimbing spiritual bagi pasien rawat inap.  

Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU), di ruang meeting RSDH, Kamis (17/9) siang.

Hadir dalam acara tersebut,  Direktur Utama PT Disa Prima Prima Endang Sadi; Direktur PT Disa Prima Prima dr. Sefrina Trisadi, Sp.DVE.; Direktur RSDH dr. Ifit Bagus Apriantono; Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo M. Dawam Ihsan dan Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri. 

Ditemui usai penandatangan MoU, Ifit menjelaskan, rumah sakit sebagai institusi kemanusiaan wajib memberikan pelayanan holistik. Karena, penyembuhan pasien tidak hanya bertumpu pada tindakan medis dan obat-obatan.

“Tetapi juga dipengaruhi ketenangan spiritual, mental, dan dukungan keagamaan,” terangnya.

Dengan kerjasama ini, menurut Ifit akan meningkatkan kualitas bimbingan rohani bagi pasien rawat inap sesuai keyakinan masing-masing.

“Pasien kami beragam. Karena itu, kami menyiapkan sesuai kebutuhan pasien,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Sementara itu, Sekum MUI Kota Probolinggo M. Dawam Ihsan mengatakan, kerja sama tersebut akan memperluas peran MUI dalam dakwah bidang kesehatan.

Sebab, MUI tidak hanya memiliki tanggung jawab persoalan agama. Tapi juga kemanusiaan dan sosial masyarakat.

“Kerja sama ini akan membentuk hubungan positif dan saling mendukung agar pelayanan kesehatan umat semakin berkualitas. Khususnya terkait bimbingan spiritual pasien,” tegas Dawam dalam sambutannya.

Terkait perbedaan keyakinan pasien, Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri menegaskan, harus dipandang sebagai manusia secara utuh.

Selain mendapatkan pelayanan medis yang profesional. Pasien harus dihormati keyakinan, kebutuhan spiritual, serta identitas keagamaannya.

Dalam konteks inilah, kata Hudri, keberadaan FKUB menjadi jembatan komunikasi lintas agama untuk membangun pemahaman bersama. Khususnya kebutuhan pelayanan pasien dari berbagai latar belakang agama.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Yang lebih penting adalah bagaimana MoU ini diterjemahkan menjadi program dan pelayanan nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Hudri.

Dirut PT Disa Prima Prima Endang Sadi mengapresiasi MoU antara MUI dan FKUB Kota Probolinggo dengan RSDH. Karena ini akan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

“Kami hadir untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, selain menjalin kerjasama, kami juga membutuhkan masukan dari para tokoh agama di MUI dan FKUB,” ujar Endang. (gus)

Editor : Muhammad Fahmi
rsdh rohaniawan mui kota probolinggo rs dharma husada fkub kota probolinggo