Pemerintah Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Tingkatkan Ekonomi Warga-Jaga Ketahanan Pangan

Inneke Agustin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:09 WIB

BUDI DAYA: Kepala Desa Gunungtugel Asen di lokasi budi daya pertanian cabai di Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. (INNEKE AGUSTIN/Jawa Pos Radar Bromo)

BUDI DAYA: Kepala Desa Gunungtugel Asen di lokasi budi daya pertanian cabai di Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. (INNEKE AGUSTIN/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, desa juga mendorong sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemdes Gunungtugel mengembangkan sejumlah komoditas pertanian yang dinilai memiliki potensi ekonomi. Di antaranya, budi daya melon, tanaman tebu, dan cabai.

Kepala Desa Gunungtugel Asen mengatakan, pemilihan tiga komoditas tersebut disesuaikan dengan potensi dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan di desanya. Program itu diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.

“Kami berharap nantinya dapat mendongkrak PAD desa dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar juga,” kata Asen.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian melalui BUMDes menjadi salah satu upaya desa untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat. Dengan pengelolaan berkelanjutan, hasil pertanian diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga.

TERBANGUN: Rumah milik Sidin, warga Dusun Uter yang telah dilakukan RTLH, Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
TERBANGUN: Rumah milik Sidin, warga Dusun Uter yang telah dilakukan RTLH, Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Selain sektor ekonomi, Pemdes Gunungtugel juga tetap memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan posyandu yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).

Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat. Pada balita, pemantauan dilakukan terhadap tumbuh kembang dan pemenuhan kebutuhan gizi. Sementara bagi ibu hamil, dilakukan pemantauan kondisi kesehatan serta kebutuhan gizinya.

“Untuk lansia juga dilakukan pengecekan kesehatan. Sementara jika diperlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke puskesmas,” terangnya. (gus/hn/*)

 

NYAMAN: Kepala Desa Gunungtugel Asen saat di lokasi rabat beton jalan desa di Dusun Karang Tengah, Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
NYAMAN: Kepala Desa Gunungtugel Asen saat di lokasi rabat beton jalan desa di Dusun Karang Tengah, Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Rabat Beton Buka Akses Jalan ke Rumah dan Lahan Pertanian

Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian Pemdes Gunungtugel. Tahun 2026 ini, sejumlah pembangunan fisik dilakukan untuk memperbaiki akses jalan, sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari warga.

Di antaranya, pembangunan rabat beton di dua titik dan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Rabat beton pertama dibangun di Dusun Karang Tengah RT 07/RW 02. Pembangunan jalan sepanjang 130 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut kini telah rampung 100 persen.

Operator Desa Gunungtugel Mohammad Jazulli mengatakan, sebelum dibangun rabat beton, akses jalan itu berupa tanah. Saat hujan turun, kondisi jalan licin dan menyulitkan kendaraan melintas. Padahal, akses tersebut cukup vital karena digunakan masyarakat untuk menuju rumah maupun lahan pertanian.

“Setelah dirabat, jalan menjadi nyaman dan aman. Masyarakat sangat senang karena makin mudah melintasi jalan untuk mengangkut hasil pertanian,” kata Jazulli.

Pembangunan akses jalan juga dilakukan di Dusun Curah Bindu RT 16/RW 04. Kondisi awal jalan di lokasi tersebut sebelumnya juga berupa tanah. Selain menjadi akses menuju lahan pertanian, jalan tersebut digunakan anak-anak untuk beraktivitas, termasuk mengaji di langgar.

“Saat ini, pekerjaan masih tahap pelebaran jalan. Lebar jalan yang sebelumnya 1,5 meter diperlebar menjadi 2,5 meter. Setelah pelebaran selesai, jalan akan dirabat beton sepanjang 160 meter,” ungkapnya.

Pemdes Gunungtugel juga memberikan perhatian terhadap kondisi hunian warga melalui program pembangunan rumah tidak layah huni (RTLH). Salah satu penerima manfaat yaitu, Sidin, 43, warga Dusun Uter.

Sebelumnya, rumah Sidin berlantai tanah dengan dinding dari anyaman bambu. Saat hujan, gentingnya banyak bocor dan bangunannya hampir roboh. Sehingga dinilai belum memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya.

Melalui program RTLH, rumah tersebut kemudian diperbaiki agar menjadi hunian yang lebih layak. “Alhamdulillah, saat ini kondisinya jauh lebih nyaman dan kokoh untuk ditinggali. Kami berharap masyarakat dapat hidup lebih sejahtera,” pungkas Jazulli. (gus/hn/*)

Editor : Fahreza Nuraga
Badan Usaha Milik Desa bumdes gunungtugel