KADEMANGAN, Radar Bromo - Penetapan desil terbaru mulai digunakan Pemerintah Pusat untuk menggelontorkan bantuan pangan (bapang). Di Kota Probolinggo, ada 21.945 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkannya, Rabu (16/9). Ribuan KPM yang masuk desil 1-4 itu, digelontor bantuan beras sebanyak 30 kilogram.
Kepala Pimpinan Cabang Perum Bulog Probolinggo Kuswadi mengatakan, bapang untuk lima bulan awal (Januari-Mei) 2026 telah disalurkan. Kini, bapang untuk Juni, Juli, dan Agustus juga disalurkan kepada 21.945 KPM.
“Sejumlah 21.945 KPM bantuan pangan kali ini sesuai data dari Badan Pangan dan Kemensos, yang masuk desil 1 sampai 4,” katanya.
Kuswadi menerangkan, bapang beras disalurkan 10 kilogram per bulan. Namun disalurkan untuk tiga bulan sekaligus. Karena itu, masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram beras. “Wilayah Kota Probolinggo, ada 21.945 penerima,” ujarnya.
Menurutnya, bapang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, serta diharapkan bisa turut menjaga stabilitas harga beras dan mengendalikan inflasi. Sejauh ini, angka inflasi di Kota Probolinggo masih stabil. “Saya pastikan kualitas beras sangat bagus dan layak konsumsi,” katanya.
Salah seorang KPM warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Erfan, 40, mengatakan, bapang ini sangat diharapkan banyak masyarakat kurang mampu. Terlebih kini harga bahan pokok terus naik, terutama beras. Bantuan ini sangat mengurangi pengeluaran kebutuhan keluarga.
“Saya kerja serabutan. Istri juga kerja serabutan, supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarga setiap harinya. Alhamdulillah dengan bantuan beras ini, tidak perlu beli beras lagi. Jadi tinggal untuk kebutuhan lauk atau bisa untuk kebutuhan anak sekolah,” ujar Erfan. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga