Disdikbud Kota Probolinggo Tingkatkan Kecintaan Siswa Terhadap Museum

Evelyn Ridhayanti • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:48 WIB
BELAJAR BERSAMA: Sejumlah pelajar SD berfoto bersama Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti usai belajar bersama. Sejumlah siswa juga beruntung mendapat souvenir menarik. (Evelyn Ridhayati/Jawa Pos Radar Bromo)
BELAJAR BERSAMA: Sejumlah pelajar SD berfoto bersama Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti usai belajar bersama. Sejumlah siswa juga beruntung mendapat souvenir menarik. (Evelyn Ridhayati/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMKOT Probolinggo mempunyai cara seru untuk mengenalkan sejarah dan budaya Kota Probolinggo secara langsung kepada para siswa. Salah satunya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo  kembali melaksanakan Program Belajar Bersama di Museum Probolinggo.

Kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai Selasa-Kamis (15-17/9). Ada ratusan pelajar dari sembilan Sekolah Dasar (SD) sederajat yang belajar bersama dan berkunjung ke Museum Probolinggo. Setiap harinya, kunjungan dibagi tiga sesi.

Pada hari pertama, Senin (15/9), ada SDN Sukabumi 7, SDN Jrebeng Kulon 2, dan SDN Mayangan 2. Rabu (16/9), kunjungan dari MI Nurul Islam, SDN Kanigaran 3, dan SD IT Permata. Kamis (17/9), ada SDN Sukoharjo 1, MI Kahasri, dan SDN Mangunharjo 7.

Belajar memang tidak memulu di dalam kelas. Belajar bersama ke Museum Probolinggo seperti ini bukan hanya bisa menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap sejarah dan budaya asli Kota Probolinggo. Sekaligus memberikan pengalaman seru bagi siswa, sebab mereka dapat melihat langsung koleksi sejarah yang dimiliki Kota Probolinggo.

“Sengaja kami mengundang anak-anak SD sederajat untuk berwisata edukasi di sini (museum). Kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan para siswa-siswi terhadap Museum Probolinggo, yang di dalamnya ada banyak sekali sejarah tentang bagaimana kota ini, termasuk juga koleksi benda-benda cagar budaya,” ujar Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Setiorini Sayekti, SKM.

Ia berharap sepulang dari museum, para siswa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Menurutnya, museum bukanlah tempat yang membosankan atau menakutkan.

“Justru dari museum, mereka menjadi tahu tentang sejarah Kota Probolinggo, sehingga timbul rasa cinta, rasa bangga, dan suatu hari nanti mereka akan menjadi generasi masa depan yang membangun kotanya dengan tidak melupakan akar budayanya,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Probolinggo Sardi, S.H.

Disinggung tentang rencana revitalisasi Museum Probolinggo oleh Pemerintah Pusat agar lebih modern, Setiorini mengatakan, sejauh ini masih proses penyusunan DED dan tender. Diperkirakan bulan depan sudah bisa dimulai pengerjaannya.

“Revitalisasi fisik ini harus dikerjakan dahulu sebelum story line, sehingga apa yang ditampilkan di museum jadi lebih menarik, informatif, edukatif, dan kekinian. Dan, itu semua yang terpenting adalah sesuai pakemnya Museum Indonesia,” jelas Setiorini. (el/adv)

Editor : Fahreza Nuraga
siswa Disdikbud sejarah budaya probolinggo