Setda, Satpol PP, dan DPM-PTSP Meriahkan Pawai Budaya Hari Jadi Ke-667 Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:01 WIB
RAJA BLAMBANGAN: Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. tampil sebagai Raja Blambangan dengan pakaian Bangsawan Kerajaan Blambangan yang merupakan akulturasi kental antara budaya Jawa Kuno dan budaya Bali.
RAJA BLAMBANGAN: Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. tampil sebagai Raja Blambangan dengan pakaian Bangsawan Kerajaan Blambangan yang merupakan akulturasi kental antara budaya Jawa Kuno dan budaya Bali.

PROBOLINGGO
, Radar Bromo-
Pawai Budaya dalam Rangka Memperingati Hari Jadi ke-667 Kota ProbolinggoTahun 2026 berlangsung meriah, Minggu (13/9). Mengusung tema Harmoni Budaya Nusantara untuk Kota Probolinggo Bersolek, Pawai Budaya menghadirkan keberagaman seni dan budaya nusantara.
 
Pawai Budaya tahun ini diikuti 23 kelompok peserta. Mereka tampil dengan beragam atraksi yang memadukan keseniantradisional lokal Kota Probolinggo dengan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, penampilangabungan organisasi perangkat daerah (OPD), Sekretariat Daerah (Setda) Kota Probolinggo bersama Satpol PP dan DPM-PTSP.

Mereka tampil dengan budaya
kisah penobatan Minak Jinggo sebagai Raja di Kawasan Blambangan. Pakaian yang dikenakan kontingen gabungan OPD ini merupakan pakaian bangsawan Kerajaan Blambangan, yang merupakan akulturasi kental antara budaya Jawa Kuno dengan Bali.
 
KOMPAK: Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. berfoto bersama dengan gabungan OPD Setda, Satpol PP, dan DPM-PTSP Kota Probolinggo.
KOMPAK: Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. berfoto bersama dengan gabungan OPD Setda, Satpol PP, dan DPM-PTSP Kota Probolinggo.
Siang itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama istri, dr. Evariani, mengenakan pakaian adat Aceh dan Palembang. Jajaran Forkopimda memakai beragam pakaian adat nusantara. Mulai dari Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari bersama suami, mengenakan pakaian adat Bugis. Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi ShyntaKusumawardani mengenakan pakaian adat Padang.
 
Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan S.Sos., M.Si. mengatakan, serangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo telah digelar, termasuk Pawai Budaya. Sesuai tema, kegiatan ini menekankan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun daerah.
 
Menurutnya, semangat kolaborasi antarinstansi, termasuk keterlibatan perwakilan dari pemerintah kota dan kabupaten, sangat penting untuk memperkuat pembangunandaerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Pawai Budaya merupakan bagian dari upaya Pemkot Probolinggo mempromosikan Kota Probolinggo Bersolek luar biasa.
 
Alhamdulillah Pawai Budaya memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Proboliggo berlangsung meriah dengan menampilkan beragam seni dan budaya, baik dari Kota Probolinggo maupun dari berbagai daerah lainnya. Sesuai dengan tema yaitu Harmoni Pesona Nusantara, ujarnya.
 
SINERGI: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari berfoto bersama Formkopimda dalam acara Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Minggu (13/9).
SINERGI: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari berfoto bersama Formkopimda dalam acara Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Minggu (13/9).
Sekda menambahkan, dari 23 kelompok peserta yang tampil, salah satunya penampilan gabungan OPD Setda, Satpol PP, dn DPM-PTSP. Dengan konsep tampilan mengisahkan penobatan Minak Jinggo sebagai raja di Kawasan Blambangan.
 
Pawai Budaya ini diharapkan menjadi sarana edukasi visual yang efektif agar generasi penerus mengenal, mencintai , dan tergerak untuk melestarikan warisan leluhur,harapnya.
 
Ketua Panitia Penyelenggara Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, kegiatan ini tidakhanya menjadi ruang untuk melestarikan danmemperkenalkan kekayaan budaya. Tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif.
 
Pawai Budaya ini diharapkan dapat menghidupkansektor ekonomi kreatif tanpa mengesampingkan identitas budaya asli, katanya. (mas/*)
Editor : Fahreza Nuraga
Harmoni Budaya pawai budaya hari jadi probolinggo