Kandang di Liprak Kidul Banyuanyar Terbakar, 15 Ribu Ekor Anak Ayam Terpanggang, Kerugian Rp 1 M

Achmad Arianto • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:42 WIB

LUDES : Kandang ayam potong milik Mustofa, warga Dusun Beringin, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, ludes terbakar.

LUDES : Kandang ayam potong milik Mustofa, warga Dusun Beringin, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, ludes terbakar.

 

BANYUANYAR, Radar Bromo–Kandang ayam potong milik Mustofa, 48, tiba-tiba terbakar, Minggu (13/9) malam. Kandang dan 15 ribu ekor anak ayam di dalamnya ludes terbakar. Korban pun mengalami kerugian besar, sekitar Rp 1 miliar.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 23.23 di Dusun Beringin, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Sebelum kejadian sekitar pukul 21.00, korban mengecek kandang yang jaraknya hanya 1,5 meter di sisi timur rumahnya.

Saat itu, korban memastikan kondisi kandang aman. Dia pun masuk rumah dan tidur. “Kandang ayam dijaga empat orang. Tetapi kalau malam dijaga saya dan anak,” terang korban saat ditemui di lokasi.

Sekitar pukul 23.23, Mustofa mendengar suara ayam ramai dari kandang. Karena belum lelap tidur, dia langsung keluar rumah. Saat itulah dia melihat api cukup besar membakar kandang. Sumber api diketahui berasal dari kandang bagian bawah.

Korban pun panik. Dia segera membangunkan anaknya dan bersama-sama memadamkan api. Anak korban juga meminta bantuan warga sekitar. Warga lantas gotong royong ikut memadamkan api secara manual.

Namun, saat itu blower di dalam kandang masih menyala. Kondisi ini diduga membuat api semakin membesar dan dengan cepat merambat ke lantai dua kandang.

Kandang itu memang terdiri dari dua lantai. Berukuran panjang 50 meter dan lebar 16 meter dengan konstruksi semipermanen. Mayoritas berbahan kayu dan bambu.

Karena api tak kunjung padam, warga kemudian melaporkan kebakaran itu pada perangkat Desa Liprak Kidul. Kemudian, diteruskan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo.

“Warga banyak yang menolong memadamkan api. Tapi api cepat membesar dan merambat. Sehingga tidak mampu dipadamkan secara manual,” lanjut korban.

Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan, petugas Damkar Unit Condong langsung ke lokasi setelah menerima laporan. Di lokasi, petugas mendapati api berkobar cukup besar.

Koordinasi pun segera dilakukan dengan Damkar Unit Dringu untuk melakukan back up. “Kondisi api begitu besar. Agar dapat segera ditangani, dua mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api,” katanya.

Pemadaman dilakukan dengan menyemprot titik rambatan hingga pusat kobaran. Namun material kandang yang mudah terbakar serta tumpukan sekam dan barang lainnya menyulitkan proses pemadaman.

Setelah 4,5 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 04.30. Dilanjutkan dengan pendinginan oleh petugas untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Pendinginan dilanjutkan korban bersama warga hingga Senin (14/9) pagi karena masih ada bara di bawah tumpukan sekam.

Andrea mengatakan, seluruh bangunan kandang beserta isinya hangus. Di dalamnya ada sekitar 15 ribu ekor anak ayam berusia 20 hari. Dari jumlah itu, hanya puluhan yang selamat setelah lepas dari kandang saat kebakaran. Sisanya mati terbakar.

“Secara teknis tidak ada kendala saat pemadaman. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30. Sementara pemilik berdasarkan hitungan sementara, ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar,” tandasnya.

Editor : Muhammad Fahmi
terbakar banyuanyar kandang ayam probolinggo