Kebakaran TNBTS Kian Meluas, Wisata Gunung Bromo Kembali Ditutup Total

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

PEMADAMAN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan bantuan pemadaman di Pos Jemplang, Kabupaten Malang, Minggu (12/9).

PEMADAMAN: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan bantuan pemadaman di Pos Jemplang, Kabupaten Malang, Minggu (12/9).

 

SUKAPURA, Radar Bromo – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas. Api yang pada Sabtu (12/9) sore merembet hingga Pos Jemplang, Kabupaten Malang, membuat Balai Besar TNBTS (BB TNBTS) kembali menutup total kawasan wisata Gunung Bromo.

Penutupan dilakukan karena kawasan TNBTS belum sepenuhnya aman dari kebakaran. Hingga Minggu (13/9), api di wilayah Jemplang dilaporkan belum padam.

Di wilayah Kabupaten Probolinggo, kondisi kebakaran juga masih dalam pemantauan. Di kawasan Lembah Watangan, masih ditemukan satu titik asap.

Sementara itu, di kawasan Blok Pengol sudah tidak ditemukan titik api maupun titik asap.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau kebakaran di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Tim juga diterjunkan untuk membantu pemadaman di wilayah Jemplang, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Api Masih Berkobar di Lembah Watangan Bromo, di Savana Pengol Sudah Padam

“Saat ini masih ada tiga titik asap. Satu titik masuk wilayah kami, sementara dua titik lainnya di wilayah Kabupaten Malang,” ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Kondisi itu mendorong BB TNBTS mengambil langkah penutupan total aktivitas wisata Gunung Bromo.

Kebijakan itu diberlakukan sejak Sabtu (12/9) malam dan berlaku hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

“Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Namun kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dibuka dengan ketentuan yang berlaku,” terang Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Menurutnya, penutupan tidak hanya dilakukan melalui pintu-pintu masuk resmi di empat daerah. Sejumlah personel dan masyarakat setempat disiagakan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur alternatif wisatawan untuk masuk ke kawasan wisata TNBTS.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung efektivitas penanganan dan pemadaman kebakaran. Sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.

“Masyarakat dan pengunjung dimohon untuk tidak mendekati lokasi kebakaran serta senantiasa memperhatikan informasi resmi yang disampaikan oleh kami,” ujarnya.

Rudi (panggilannya) menegaskan, akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam kegiatan penanganan serta pemadaman. Akses diberikan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Bagi pengunjung yang sudah membeli tiket masuk melalui website untuk periode selama masa penutupan, BB TNBTS memberikan kesempatan untuk penjadwalan ulang atau reschedule.

Pengunjung juga dapat mengajukan pengembalian biaya atau refund. “Mekanismenya akan kami sampaikan lebih lanjut nanti,” tuturnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
gunung bromo ditutup lembah wantangan karhutla kebakaran hutan tnbts